BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar silaturahim haji di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini ditujukan bagi para pekerja migran atau diaspora Indonesia di sana.
Tujuannya mensyiarkan kewajiban menunaikan ibadah haji dan menyosialisasikan layanan kemudahan pendaftaran haji secara daring (online) bagi diaspora Indonesia yang berada di Negeri Jiran.
Menurut Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander, hal ini merupakan salah satu program BPKH untuk umat Islam mendaftar haji, termasuk diaspora Indonesia di Malaysia.
"Layanan kemudahan pendaftaran haji ini diharapkan mampu menjadi solusi kemudahan perencanaan ibadah haji bagi para saudara kita diaspora Indonesia di luar negeri dan mewujudkan harapan dapat memberikan porsi haji bagi diaspora dan keluarganya di Indonesia," kata Harry, dikutip dari keterangannya, Jumat (11/8/2023).
Diaspora Indonesia kini dapat membuka Rekening Tabungan Jamaah Haji (RTJH) dan pembayaran setoran awal porsi haji regular melalui aplikasi mobile banking tanpa harus kembali ke Tanah Air.
Dengan demikian, layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi diaspora Indonesia yang berencana naik haji.
Dewan Pengawas BPKH Rojikin juga memastikan dana haji yang dikelola BPKH aman dan dikelola dengan baik serta memberikan kemaslahatan bagi jamaah haji Indonesia.
BPKH juga mengharapkan dukungan dari para stakeholder dan komunitas perhajian Indonesia untuk terus meningkatkan serta memberikan kemudahan layanan pendaftaran haji bagi seluruh masyarakat Muslim Indonesia untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima.
"Karena Haji merupakan ibadah yang harus direncanakan, mengingat ibadah haji merupakan Ibadah yang selain membutuhkan kemampuan materi, juga membutuhkan fisik yang baik dan sehat, karenanya dengan fisik yang prima Insya Allah akan mengoptimalkan seluruh rangkaian manasik haji di Tanah Suci," ujarnya.
Diketahui sinergi BPKH bersama stakeholder lain juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar RI di Malaysia, organisasi kemasyarakatan dan Komunitas Masyarakat Indonesia di Malaysia yang diharapkan mampu meningkatkan kemaslahatan bagi umat, khususnya masyarakat diaspora Indonesia.
BPKH juga mengharapkan program ini dapat disambut baik oleh masyarakat diaspora Indonesia di Malaysia.
(Hantoro)