Ini Sejarah 4 September Jadi Hari Solidaritas Hijab Internasional

Hantoro, Jurnalis
Senin 04 September 2023 12:53 WIB
Ilustrasi sejarah 4 September jadi Hari Solidaritas Hijab Internasional. (Foto: Shutterstock)
Share :

HARI Solidaritas Hijab Internasional atau International Hijab Solidarity (IHSD) diperingati setiap 4 September. Momen ini menjadi perayaan seluruh Muslimah di dunia bebas mengenakan hijab.

Hari Solidaritas Hijab Internasional juga dicetuskan untuk mendukung Muslimah di dunia yang masih terintimidasi karena menggunakan hijab. Kemudian memberikan semangat kepada semua Muslimah untuk tidak takut memakai hijab di tempat umum, terutama di negara Barat.

Sejarah Hari Solidaritas Hijab Internasional

Dihimpun dari laman Diskominfo Kaltim, sejarah Hari Solidaritas Hijab Internasional dilatarbelakangi ketika itu Pemerintah Inggris mengeluarkan larangan bagi mahasiswi di London mengenakan sesuatu yang berhubungan dengan simbol-simbol agama.

Hal yang sama juga terjadi di Prancis yang melarang anak perempuan menggunakan hijab di lingkungan sekolah maupun kampus. Bahkan di Turki, wanita yang mengenakan jilbab tidak bisa mendapatkan perawatan medis. 

Lalu wanita yang berhijab di Tunisia akan dipenjara dan disiksa. Kemudian Prancis melarang penggunaan hijab di Eropa untuk pertama kalinya.

Larangan ini membuat masyarakat di berbagai negara tersebut marah dan melakukan aksi protes kepada pemerintah.

Hari Solidaritas Hijab Internasional Lahir di London

Aksi protes yang dilakukan masyarakat internasional membuat diselenggarakannya Konferensi London pada 4 September 2004. Konferensi ini dihadiri Syeikh Yusuf Al Qardawi, Profesor Tariq R, serta 300 delegasi dari 102 organisasi Inggris International dan 35 negara lainnya.

Hasil pertemuan para petinggi ini menghasilkan dukungan kepada para Muslimah untuk bisa bebas mengenakan hijab di tempat umum. 

4 September Ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Hijab Internasional 

Selain mengizinkan para Muslimah bebas menggunakan hijab di tempat umum, Konferensi London juga menetapkan 4 September sebagai Hari Solidaritas Hijab Internasional.

Sejak saat itu Muslimah di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Turki, dan lainnya mulai merayakan hak mereka untuk menggunakan hijab.

Selalu Dikaitkan dengan Wafatnya Marwa El Sherbini 

Hari Solidaritas Hijab Internasional selalu dikaitkan dengan wafatnya seorang ibu rumah tangga bernama Marwa El Sherbini pada Juni 2009. Ia dibunuh ketika akan memberi kesaksian mengenai penghinaan yang diberikan kepadanya karena mengenakan hijab.

Federasi Organisasi Islam Eropa memperingatinya pertama kali pada 2009 untuk mengenang Marwa El Sharbini. Sedangkan Lingkaran Islam Amerika Utara memperingati pada 2010.

Marwa El Sherbini lahir pada 7 Oktober 1977 dan meninggal dunia 1 Juli 2009. Ia adalah apoteker dan pemain handball keturunan Mesir yang wafat di ruang pengadilan di Dresden, Jerman.

Dia ditikam hingga tewas oleh seorang keturunan Rusia yang dikenal sebagai Axel W yang kini ditahan di Dresden sebagai tersangka kasus pembunuhan.

Sebelumnya Marwa menggugat si pelaku setelah dia menyebutnya "teroris" karena mengenakan hijab. Kasus ini menarik perhatian di Mesir dan warga Muslim dunia.

Jaksa penuntut menyatakan penyerang berusia 28 tahun yang diidentifikasi sebagai Axel W, terdorong oleh kebencian mendalam terhadap warga asing dan Muslim.

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya