Mehmet adalah berkuasa pada 1444 – 1446 dan 1451 – 1481. Mehmed II mengukir berbagai capaian pada masa pemerintahannya. Dari sederet "prestasinya" adalah menaklukkan Konstantinopel pada 1453 sehingga dijuluki 'Sang Penakluk' (الفاتح, el-Fātiḥ).
Dikenal sebagai pahlawan di Turki maupun dunia Islam secara luas, Mehmen disebut memiliki kemampuan dalam bidang kemiliteran, ilmu pengetahuan, matematika, dan menguasai enam bahasa saat berumur 21 tahun. Dalam sejarah Islam, dia disandingkan dengan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi,Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz.
Penaklukkan Konstantinopel dimulai tahun 1453, saat pengepungan dilakukan dengan melibatkan 80.000 sampai 200.000 orang, 320 kapal dan kereta api artileri. Meski menggunakan kekuatan terbaik, bukan pekerjaan mudah untuk meruntuhkan tembok kota Konstantinopel.
Tapi, Konstantinopel akhirnya berhasil ditaklukan pihak Utsmani setelah 57 hari pengepungan.[9] Setelah penaklukan ini, Mehmed memindahkan ibu kota Utsmani dari Edirne ke Konstantinopel.
(Maruf El Rumi)