Waktu tidak berwujud. Misteriusnya waktu disebut Filsuf Yunani Aristoteles sebagai : “Hal yang paling tidak diketahui di antara hal-hal yang tidak diketahui.” Sehingga apa yang kita lihat, rasakan, dan lakukan di 2023 atau tahun sebelumnya menjadi sesuatu yang tidak mungkin bisa diulangi untuk diperbaiki.
Pada saat bersamaan, kita juga hampir tidak bisa mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Yang bisa dilakukan adalah mencoba membuat ukuran dalam bentuk target dan perencanaan, dalam bentuk resolusi untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan. Tapi apakah kita bisa memastikan semuanya sesuai harapan? Sulit.
Membuat perencanaan waktu di masa depan seperti mengukur sesuatu yang tidak bisa diukur. Seperti ditulis Khalil Gibran dalam puisinya, tentang Waktu. “Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?…. Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.”
Agama Islam sendiri menempatkan waktu dalam porsi yang sangat penting. Dalam Al Quran misalnya, beberapa kali Allah SWT bersumpah menggunakan waktu. Seperti wa al-fajr (demi waktu fajar), wa al-subhi (demi waktu shubuh), waḍ-ḍuḥa (demi duha) , wa al-nahar (demi siang), wa al-lail (demi malam), dan wa al-asr (demi masa).
Pembagian waktu itu bisa dianggap bagian dari proses bagaimana manusia menjalani kehidupan; sebelum di dunia, saat di dunia dan setelah meninggalkan dunia. Imam Syafi’i mengatakan:
“Waktumu adalah umurmu. Umurmu adalah modal utamamu. Itulah yang bisa kau niagakan untuk sampai ke kebahagiaan abadi di Sisi Allah Taala. Napas yang sudah diembuskan adalah permata tapi sudah tidak bernilai lagi. Hilang tanpa pengganti.”
Pada akhirnya, tahun baru 2024 tidak sekadar perubahan angka, detik, menit, jam, dan hari, tapi lebih pada bagaimana kita menjalani hari dan mengisi hari untuk menjadi lebih baik lagi. Memang kita tidak bisa memastikan masa depan, tapi setidaknya kita bisa menjadi bagian dari mereka yang ingin menjadi lebih baik lagi.
Apalagi, Allah telah mengingatkan sekaligus membekali kita bagaimana menjalani waktu dengan semua misterinya agar tidak merugi, dengan menjadi lebih baik di 2024 dibanding 2023.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati dalam supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al Quran Surat al ‘Ashr 1-3).
(Maruf El Rumi)