Khutbah Jumat: Cinta kepada Allah SWT, Puncak Kebahagiaan Seorang Muslim

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Jum'at 10 Oktober 2025 14:27 WIB
Khutbah Jumat: Cinta kepada Allah SWT, Puncak Kebahagiaan Seorang Muslim (Ilustrasi/Unsplash)
Share :

 Namun, Imam al-Ghazali juga menegaskan, kenikmatan ini sebanding dengan kadar cinta seorang hamba kepada Allah di dunia. Semakin besar cinta seorang hamba kepada Allah, semakin besar pula kebahagiaan yang dirasakannya kelak. Maka tugas kita di dunia adalah menumbuhkan dan menguatkan rasa cinta ini, karena di situlah letak kunci kebahagiaan sejati.   

Allah ta’ala berfirman dalam Alquran:   

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِۙ   

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman itu sangat besar cintanya kepada Allah,” (QS. Al-Baqarah: 165).   

Ayat ini menegaskan, salah satu ciri orang beriman adalah kuatnya cinta mereka kepada Allah. Cinta ini mengalahkan cinta kepada selain-Nya, karena mereka sadar bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang pantas dicintai lebih dari Allah yang menciptakan, memberi rezeki, mengatur, dan menghidupkan mereka.   
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah ta’ala, 

Para ulama memberikan gambaran tentang apa itu cinta kepada Allah. Amir bin Abdi Qais rahimahullah, seorang tabi’in yang dikenal kezuhudannya, pernah berkata, sebagaimana dikutip oleh Ibnu Abi Dunya dalam kitabnya yang berjudul “al-Awliya”, jilid 1 halaman 30:

   لَقَدْ أَحْبَبْتُ اللَّهَ حُبًّا سَهَّلَ عَلَيَّ كُلَّ مُصِيبَةٍ، وَأَرْضَانِي بِكُلِّ قَضِيَّةٍ، فَمَا أُبَالِي مَعَ حُبِّي إِيَّاهُ مَا أَصْبَحْتُ عَلَيْهِ وَمَا أَمْسَيْتُ    

Artinya: “Sungguh aku telah mencintai Allah dengan cinta yang membuat semua musibah terasa ringan, membuatku ridha dengan segala ketetapan-Nya. Maka aku tidak peduli bagaimana aku mengawali atau mengakhiri hariku, selama aku dalam cinta kepada-Nya.”   
 
Perkataan ini menunjukkan bahwa cinta kepada Allah melahirkan ketenangan jiwa. Ia mampu menahan keluhan, meredakan kegelisahan, dan menuntun hati untuk menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada.   

Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah ta’ala, 

Rasulullah SAW pun bersabda dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari:   

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ، وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ   

Artinya: “Barangsiapa yang mencintai perjumpaan dengan Allah, maka Allah pun mencintai perjumpaan dengannya. Dan barangsiapa yang membenci perjumpaan dengan Allah, maka Allah pun membenci perjumpaan dengannya.”    

Hadits ini menjelaskan, cinta kepada Allah akan menumbuhkan kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya. Sebaliknya, orang yang tidak mencintai Allah tentu enggan untuk bertemu dengan-Nya, karena ia merasa tidak siap, atau bahkan merasa asing dengan-Nya.   

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya