JAKARTA - Malam Nisfu Syaban, yang jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban, dianggap istimewa oleh sebagian ulama karena diyakini sebagai waktu ampunan dosa. Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam berlomba menjalankan puasa, shalat, membaca Al-Qur'an, dan meningkatkan ibadah untuk meraih pahala serta ridha Allah SWT.
Namun, bagaimana dengan wanita yang sedang haid, yang tidak boleh shalat, puasa, atau menyentuh mushaf Al-Qur'an? Bagaimana mereka bisa tetap beramal dan beribadah untuk meraih berkah di malam Nisfu Syaban? Berikut beberapa amalan yang dapat dijalankan wanita haid pada malam Nisfu Syaban.
Baik ulama Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah sepakat bahwa amalan khusus di malam Nisfu Syaban memiliki dasar dalil yang lemah. Namun, kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu sepakat bahwa malam Nisfu Syaban sebaiknya diisi dengan ibadah sunnah umum, seperti puasa, shalat, dan membaca Al-Qur'an.
Meski wanita haid dilarang shalat, puasa, tawaf, dan masuk masjid, mereka tetap diperbolehkan untuk berdzikir.
Sesuai kesepakatan ulama kedua organisasi, wanita haid tetap mendapat pahala di malam Nisfu Syaban melalui amalan berikut:
Amalan-amalan tersebut dapat menghapus dosa dan meningkatkan pahala, bahkan tanpa menjalankan shalat. Pastikan niat ikhlas, hindari bid'ah, dan ikuti mazhab terpercaya. Dengan demikian, wanita haid tidak kehilangan berkah malam suci ini.
(Rahman Asmardika)