Pada rakaat kedua, setelah berdiri dari sujud (takbir intiqal), dilakukan takbir tambahan lagi sebanyak 5 kali. Di sela-sela kelima takbir ini, jemaah kembali membaca kalimat tasbih yang sama:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Setelah takbir kelima, membaca surah Al-Fatihah dan dianjurkan dilanjutkan dengan surah Al-Ghasyiyah. Salat kemudian diselesaikan seperti biasa hingga gerakan salam.
Jemaah diimbau untuk tidak terburu-buru pulang setelah salam dan menyelesaikan salat. Pasalnya, mendengarkan khotbah Iduladha merupakan bagian kesempurnaan rangkaian ibadah hari raya. Khotbah ini berfungsi sebagai pengingat tentang makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sekaligus pesan kepedulian sosial melalui ibadah kurban yang akan dilaksanakan setelah salat.
(Rahman Asmardika)