Khutbah Jumat: Tanda Shalat Kita Diterima

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 29 Mei 2026 09:50 WIB
Ilustrasi.
Share :

SHALAT adalah ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya tanpa melalui perantara. Maka, sudah sepatutnya kita yang mengaku sebagai umat beliau benar-benar memperhatikan ibadah yang agung ini, sambil terus berharap agar shalat yang kita jaga selama ini diterima oleh Sang Khalik.

Dilansir dari NU Online, khutbah Jumat kali ini berjudul “Tanda Shalat Kita Diterima”, mengingatkan agar umat Islam menjaga shalatnya agar tidak hanya sekadar rutinitas semata.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَالْفَضْلِ وَالطَّوْلِ وَالْمِنَنِ الْجِسَامِ، الَّذِي هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْغَفَّارُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُصْطَفَى الْمُخْتَارُ. صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى سيدنا محمد وَعَلَى جَمِيعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمَلَائِكَةِ وَآلِ كُلٍّ وَأَتْبَاعِهِمُ الْكِرَامِ، صَلَوَاتٍ مُتَضَاعِفَاتٍ دَائِمَاتٍ بِلَا انْفِصَامٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ الحَاضِرُونَ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَهِيَ وَصِيَّتُهُ لِلْأَوَّلِينَ وَٱلْآخِرِينَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ أُوتُوْا ٱلْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوْا اللّٰهَ

Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, ibadah sering kali hanya menjadi rutinitas simbolik. Shalat dikerjakan sekadar untuk menggugurkan kewajiban. Karena itu, Baginda Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

يأَتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يُصَلُّوْنَ وَلاَ يُصَلُّوْنَ

Artinya: “Akan datang suatu masa menimpa manusia, banyak yang melakukan shalat, padahal sebenarnya mereka tidak shalat.”

Hadits ini mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga shalat dari seluruh aspek yang berkaitan dengannya, mulai dari sisi fiqih hingga hakikat shalat itu sendiri.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 238, Allah Ta’ala berfirman:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ

Artinya: “Peliharalah semua shalat fardu dan shalat Wustha. Berdirilah karena Allah dalam shalat dengan khusyuk.”

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Marah Labid jilid II halaman 218 menjelaskan bahwa ayat tersebut memerintahkan kita untuk menjaga shalat dengan menyempurnakan rukun dan syarat-syaratnya.

Tidak hanya itu, dalam penggalan ayat tersebut kita juga diperintahkan untuk berdiri dalam shalat dengan keadaan khusyuk. Ini menjadi rambu-rambu tentang hakikat shalat, yaitu penyerahan diri secara total kepada Allah, melalui sujud dan kepasrahan kepada Tuhan semesta alam.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya