Bacaan Doa Setelah Sholat Wajib 5 Waktu Lengkap

Muhammad Fadhil Mubarok, Jurnalis
Kamis 15 Oktober 2026 11:50 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Banyak umat Islam yang belum memahami bacaan doa setelah sholat wajib 5 Waktu. Padahal, berdoa seusai sholat fardhu termasuk amalan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Kendati demikian, masih banyak muslim yang memilih segera meninggalkan tempat sholat tanpa berdoa terlebih dahulu.

Doa menjadi salah satu jalan yang perlu dipahami manusia sebagai hamba. Melalui doa, manusia diharapkan tersadar untuk senantiasa mengingat Allah sebagai tempat memohon ampunan dan pertolongan.

Dikutip dari laman resmi Universitas Islam Indonesia, Rabu (14/10/2026) doa lahir dari pemahaman dan kondisi batin yang bermakna. Allah menciptakan manusia dengan segala kelemahan, mulai dari rasa lapar hingga keterbatasan lainnya, sebagai ujian dalam kehidupan. Ujian itulah yang membedakan siapa yang memohon kepada Allah dan siapa yang enggan meminta pertolongan-Nya.

Pentingnya doa sejatinya telah diamalkan umat-umat terdahulu. Para Nabi dan Rasul pun meyakini bahwa doa yang mereka panjatkan dikabulkan setelah mereka berserah diri dan memohon pertolongan kepada Allah. Hal ini tergambar jelas dalam kandungan sejumlah ayat Al-Qur’an.

Ibarat jembatan, doa secara tidak langsung menjadi penghubung antara manusia dan Allah. Karena itu, untuk membangun kedekatan dengan Sang Pencipta, manusia dianjurkan bersungguh-sungguh dalam berdoa.

“Kualitas kehidupan kita sangat dipengaruhi oleh doa. Doa itu tidak akan sampai bila manusia tidak membangun hubungan yang baik antara dirinya dengan Tuhannya,”

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

Artinya: Dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa`alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: "Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib." (HR. Tirmidzi) [No. 3499 Maktabatu Al Ma'arif Riyadh] Hasan.

 

Membaca Istighfar sebanyak 3 kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal'adzim, Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Dzat Yang Maha Hidup dan Dzat Yang Maha Mengurus/Menegakkan (makhluk-Nya), dan aku bertobat kepada-Nya."

Dilanjutkan dengan membaca :

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa 'Alaa Kulli Syai'innqodiir.

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu."

Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Neraka Sebanyak 3 Kali

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Allahumma Ajirni Minan-Naar

Artinya: "Ya Allah, lindungilah/selamatkanlah aku dari api neraka."

Membaca Doa yang Dimaksudkan untuk Memuji Allah SWT

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

Allahumma Angtassalam, Wamingkassalam, Wa Ilayka Ya'uudussalam Fakhayyina Rabbanaa Bissalaam Wa-Adkhilnaljannata Darossalaam Tabarokta Rabbanaa Wata'alayta Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam.

 

Membaca Al Fatihah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾ أمين

A’udzu Billahiminas Syaitho Nirrojiim. Bismillahir rohmanirro’hiim. Al’hamdulillahi robbil’aalamiin. Arro’hmanirro’him. Maliki Yawmiddiin.

Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin. Ihdinash-Shiro Tholmustaqiim. Shirotholladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril maghdhuubi ‘Alaihim Wala Dholiin. Aamiin.

Artinya: "Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dari-Mu keselamatan, dan kepada-Mu lah kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan keselamatan, dan masukkanlah kami ke dalam surga Darussalam (negeri keselamatan). Mahaberkah dan Mahatinggi Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ حَمْدًا شَاكِرِينَ حَمْدًا نَاعِمِين حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لجلال وجْهَكَ وَعَظِيمٍ سُلْطَانِكَ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin hamdan syaakiriina hamdan na'imin hamdan yuwafi ni'amahu wa yukaafi'u mazidahu, yaa rabbanaa lakal hamdu kama yanbaghii li jalali wajhika wa 'adziimi sulthaanika

Artinya: "Maha Terpuji Allah, Tuhan semesta alam, pujian syukur, pujian berkah, pujian yang akan mencukupi nikmat-Nya dan memberikan tambahan. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian atas keagungan dan kebesaran kekuasaan-Mu."

 

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِينَ. وَصَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْآخِرِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي المَلاء الأعلى إلى يَوْمِ الدِّين. وَصَل وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الْأَرْضِ وَمَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِين

Allaahumma shalli wa sallim 'alaa sayyidaa Muhammadin fil awwaalin. Wa shalli wa sallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin fil akhiriin. Wa shalli wa sallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin fil mala'il a'laa ila yawmid-diin. Wa shalli wa sallim 'ala sayyidinaa Muhammadin hattaa taritsal ardha wa man 'alayha wa anta khayrul waaritsin

Artinya: "Ya Allah, shalawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad pada permulaan, sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad di akhir, shalawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad di tempat tertinggi hingga hari akhir, shalawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad hingga bumi ini mewarisi dan siapa yang hidup di atasnya, dan engkau adalah sebaik-baiknya orang yang mewarisi."

Kemudian doa doa lainnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan individu masing masing. Dengan demikian, doa hendaknya tidak dipandang sebagai rutinitas semata, melainkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Semoga umat Islam semakin termotivasi untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, terutama setelah menunaikan sholat fardhu.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya