JAKARTA — Bersuci menempati kedudukan penting dalam ajaran Islam. Setiap Muslim dianjurkan menjaga kesucian diri, terutama ketika hendak menunaikan ibadah salat, yang menjadi tiang agama dan kewajiban utama. Untuk dapat melaksanakannya secara sah, seorang Muslim perlu terlebih dahulu bersuci dari hadas, baik kecil maupun besar. Cara utama yang diajarkan adalah berwudu menggunakan air, atau bertayamum dengan debu yang suci ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan karena sakit maupun alasan lain yang dibenarkan syariat.
Menurut buku Panduan Shalat Lengkap & Juz ‘Amma karya Ahmad Najibuddin, tayamum merupakan cara bersuci menggunakan tanah atau debu yang suci sebagai bentuk keringanan (rukhasah) ketika air tidak ditemukan. Keringanan ini juga berlaku bagi orang yang berhalangan (uzur) sehingga tidak dapat menggunakan air.
ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: "Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Ma'idah: 6)
Lantas, bagaimana tata cara, syarat, serta niat tayamum yang benar? Berikut pembahasannya.
Mengacu pada penjelasan NU Online, berikut tahapan tayamum sesuai tuntunan syariat:
Dengan tuntasnya rangkaian tersebut, seseorang dinyatakan telah suci sehingga sah menunaikan salat maupun ibadah lain yang mensyaratkan kesucian.