Berkah berasal dari kata barakah yang berarti ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan/bertambahnya nilai plus. Jika dipenuhi berkah/diberkahi, bahasa arabnya adalah mubarak atau mabruk. Apapun yang diberkahi berarti diberi nilai tambah kebaikan. Lawan kata berkah adalah laknah (laknat/kutukan). Orang/benda yang terkutuk berarti dia terpotong dari nilai tambah kebaikan.
Apa pun di dalam kehidupan ini bisa menjadi berkah atau kutukan. Harta berlimpah bisa menjadi berkah atau sebaliknya. Ia menjadi berkah kalau dibelanjakan di jalan Allah dan dipergunakan untuk kemaslahatan pribadi dan sosial. Tapi ia akan menjadi laknat kalau hartanya justru menjadikan seseorang menjadi jauh dengan Allah, dibelanjakan untuk kemaksiatan, ditimbun dengan kikir dan rakus, dan hanya untuk memuaskan kesenangan diri sendiri.
Berkah tidak tergantung kepada besar kecilnya materi atau banyak sedikitnya harta. Seorang yang hidup pas-pasan, tetapi keluarganya sakinah, isterinya taat dan salehah, anaknya berprestasi di sekolah, setiap hari keluarga dapat berkumpul untuk menjalankan salat berjamaah, itulah contoh kehidupan yang berkah, diliputi kebajikan. Sebaliknya, orang yang tinggal di rumah mewah, tetapi batinnya kosong, isterinya sibuk di luar rumah, anaknya salah asuhan karena kurang perhatian, kemudian tersangkut narkoba dan pergaulan bebas, maka harta dan kekayaannya menjadi musibah baginya. Harta dan kekayaannya tidak menjadikan dia dekat dengan Allah dan kebersamaan dengan keluarga, tetapi sebaliknya.
Nabi sendiri mencontohkan berkah itu dalam kebersamaan. Nabi bersabda, “Sesungguhnya makanan satu orang itu cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang” (HR Bukhari-Muslim).
Secara fisik, porsi makanan yang dibagi untuk setiap orang semakin mengecil karena bilangan pembaginya semakin banyak, namun nilai tambah berupa energi kebaikan semakin besar karena semakin banyak orang yang menerima manfaatnya. Itulah berkah. Karena itu, marilah kita berbagi di bulan penuh berkah ini, bulan yang setiap kebajikan akan dilipatgandakan nilai tambahnya.
Ali Masykur Musa
Intelektual Muda
(M Budi Santosa)