JEDDAH - Hingga hari ke-46 penyelenggaraan ibadah haji 2012, sebanyak 303 jamaah haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Jumlah tersebut melonjak tajam setelah pelaksanaan ritual haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Sehari menjelang Armina, jamaah haji yang wafat sebanyak 107 orang.
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Senin (5/11/2012) hingga pukul 04.00 waktu Arab Saudi atau 08.00 WIB diketahui, sebagian besar jamaah wafat di Makkah, yakni 248 orang. Saat ini, masih ratusan ribu jamaah haji Indonesia di Makkah yang menunggu keberangkatan ke Jeddah dan Madinah.
Sepanjang 4 November 2012 sendiri, tercatat sembilan jamaah haji wafat karena berbagai macam penyakit. Jamaah haji wafat tersebut adalah Muchroji bin Kawinadi (79), anggota kloter SOC 88 asal Pemalang; Monari bin Dariso Darimo (87), kloter SUB 24 asal Kediri; Yusuf Arifana bin Yurani (69), kloter JKG 45 asal Cilegon; Maman Abdulrakhman bin Naang Wiharna (60), kloter JKS 34 asal Kabupaten Kuningan; Sarifah binti Asin (74), kloter BTH 14 asal Indragiri Hilir.
Kemudian, Inun binti Taher (64), kloter BDJ 10 asal Tapin; Yamah binti Suhadi (86), kloter SOC 26 asal Kendal; Maryam binti Muhammad Ali binti Muhammad (72), kloter BTJ 12 asal Aceh Besar; dan Husen bin H Ujang (60), kloter JKS 14 asal Kota Bogor.
Sebagian besar Tamu Allah itu wafat karena mengalami gangguan sistem sirkulasi atau jantung, yaitu sebanyak 181 orang. Selain itu, akibat gangguan sistem pernapasan (87), infeksi dan parasit (19), endoktrin nutrisi (7), sistem pencernaan (4), organ pembuluh darah (2), gangguan sistem syaraf (2), dan akibat eksternal (1).
Data Siskohat juga mencatat, jamaah haji pria yang paling banyak wafat, yakni 172 orang. Sementara jamaah haji perempuan sebanyak 131 orang. Usia 60 tahun ke atas juga mendominasi jumlah jamaah yang wafat, yaitu 196 orang dan sisanya bervariasi.
Jumlah jamaah haji wafat sesuai embarkasih:
1. Aceh (8),
2. Medan (19),
3. Batam (12),
4. Jakarta (28),
5. Bekasi (50),
6. Surakarta (50),
7. Surabaya (55),
8. Ujung Pandang (20),
9. Balik Papan (6),
10. Banjarmasin (6),
11. Padang (14),
12. Palembang (13),
13. Lombok (6),
14. BPIH Khusus (16).
(Dian AF)