Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Keluhkan Katering Haji Mirip Raskin

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Senin, 05 November 2012 |12:34 WIB
Jamaah Keluhkan Katering Haji Mirip Raskin
A
A
A

DEPOK - Para jamaah yang berasal dari kloter 60 JKS Kota Depok kecewa dengan pelayanan haji tahun ini. Betapa tidak, maktab yang ditempati saat pelaksanaan ibadah haji di Arafah serta kualitas makanan yang diberikan, tidak layak.
 
Pimpinan kloter 60 JKS yang juga Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, Habib Idrus Al Gadhri mengungkapkan, para jamaah selalu diberi makanan dengan lauk ikan teri dan kualitas beras yang tidak jauh berbeda dengan beras raskin.
 
“Hal ini juga terjadi saat jamaah berada di Mina padahal tahun lalu dengan besar ONH Rp31 juta pelayanan cukup maksimal bahkan jamaah tidak mengenal yang namanya ikan teri atau beras raskin karena saat itu makanan yang disajikan cukup memanusiakan manusia tidak seperti sekarang ini dengan besaran ONH hampir Rp 35 juta tapi makanan yang dikonsumsi tidak sesuai,” tegasnya dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Senin (05/11/12).
 
Saat diprotes ke pihak maktab, kata Idris, mereka berdalih bahwa hal itu sudah sesuai dengan keinginan pemerintah RI.  Katering yang dibagikan saat di Arafah juga berlogo Kementerian Agama Republik Indonesia.
 
“Kami berharap kepada pihak RI atau pihak terkait memeriksa kasus ini dan memanggil pihak Daker Makkah dan kami berharap kepada pemerintah jangan memanfaatkan kalimat sabar untuk jamaah haji tapi untuk mendzolimi para calhaj. Ingat mereka adalah tamu - tamu Allah yang harus dihormati dan diperlakukan manusiawi dan jangan selalu disodorkan dikit dikit sabar dikit dikit sabar, padahal dari kesabaran mereka hanya untuk meraih keuntungan pribadi,” tukasnya.
 
Idrus melanjutkan, belum lagi kenakalan pihak maktab 27 daerah yang menjual kemah ke jamaah non kuota dan ini hampir terjadi setiap tahun. Jamaah non kouta mendapat fasiltas super mewah dimana mereka berangkat ke Muzdalifah dan Mina lebih awal sekitar jam 1 malam melalui pintu belakang.
 
“Ini yang dilakukan oleh maktab-maktab nakal, contoh saat kloter kami memasuki kemah Arafah secara diam-diam pada malam harinya mereka memasuki jamaah non kouta  untuk menempati kemah yang sudah diatur per kloter. Sementara jamaah haji ONH harus antre panjang sampai pagi dan berebut untuk menaiki mobil yang telah disediakan pihak maktab termasuk jamaah haji kloter 60 jks yang berasal dari Depok. Saat kami tiba di kemah Mina pun penyerobotan yang dilakukan jamaah non kouta terjadi lagi dengan kapasitas kemah untuk 100 orang diisi jamaah non kouta yang berjumlah 60 orang, sementara jamaah ONH harus berdesak desakan di dalam kemah,” bebernya.

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement