Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Laporan dari Arab Saudi

Anggito: Jumlah Petugas Haji Dikaji Ulang

Fetra Hariandja , Jurnalis-Rabu, 28 November 2012 |13:48 WIB
Anggito: Jumlah Petugas Haji Dikaji Ulang
Jamaah haji Indonesia (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JEDDAH - Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu, mengatakan akan mengkaji ulang jumlah petugas haji di Arab Saudi. Tidak tertutup kemungkinan petugas haji di Arab Saudi jumlahnya tidak sebanyak seperti tahun ini.

Anggito menjelaskan, rasionalisasi petugas haji perlu dievaluasi. Apakah memungkinkan petugas haji tahun depan dikurangi waktu tugasnya atau dibagi dalam dua kelompok. Kemudian, Kementerian Agama juga akan menyesuaikan antara jumlah petugas haji dan beban kerjanya.

"Misal, 10 hari menjelang hingga 10 hari sesudah ritual di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) jumlah petugas ditambah. Di luar waktu itu, jumlahnya tidak perlu sama atau bisa dikurangi," kata Anggito kepada wartawan usai evaluasi penyelenggaraan haji 2012 di Jeddah, Selasa (27/11/2012).

Strategi mengefisienkan jumlah petugas haji tentu akan menekan biaya penyelenggaraan haji tahun depan. Namun dipastikan pengurangan jumlah petugas haji tidak akan menurunkan kualitas pelayanan kepada seluruh jamaah haji.

"Contohnya Media Center Haji (MCH). Saya yakin sudah terlalu lama Anda berada di Arab Saudi. Sementara pemberitanya haji sudah menurun setelah ritual Armina. Mungkin 20 hari di Arab Saudi sudah cukup bagi MCH. Mau ngapain berlama-lama di sini. Nara sumbernya juga sudah kembali ke Tanah Air," paparnya.

Selain jumlah petugas, Kemenag juga meninjau kembali pelatihan terhadap petugas haji, khususnya pada poin yang menjadi keluhan terhadap ketua kloter dan  Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Artinya, Kemenag akan menyusun manasik haji yang standar di semua embarkasi.

"Tentunya kami akan komunikasikan terlebih dahulu kepada ahli, para ulama, dan organisasi islam. Kami juga akan mendokumentasikan beberapa visual kejadian di Jeddah, Makkah, Madinah sampai Armina untuk menjadi bahan manasik. Bila manasiknya baik, pasti kelemahan penyelenggaraan haji akan berkurang," ungkapnya.

(M Budi Santosa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement