JAKARTA — Bacaan doa agar terhindar dari bala dan musibah penting untuk diketahui oleh umat muslim. Tak ada seorang pun yang ingin tertimpa bencana maupun marabahaya. Namun, musibah kerap datang secara tiba-tiba tanpa bisa diprediksi kapan waktunya.
Untuk itu, Islam menganjurkan umatnya agar senantiasa berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Selain berikhtiar menjaga diri dan lingkungan, doa menjadi benteng spiritual yang menguatkan hati sekaligus wujud penyerahan diri kepada Sang Pencipta.
Berikut doa-doa yang dapat diamalkan agar terhindar dari bala dan musibah
اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةٌ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Allaahummadfa' 'annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina 'aammatan. Innaka 'alaa kulli syai'in qadiir.
Artinya: Ya Allah, hindarkanlah dari kami kekurangan pangan, cobaan hidup, penyakit-penyakit, wabah, perbuatan-perbuatan keji dan munkar, ancaman-ancaman yang beraneka ragam, paceklik-paceklik dan segala ujian, yang lahir maupun batin dari negeri kami ini pada khususnya dan dari seluruh negeri kaum muslimin pada umumnya, karena sesungguhnya engkau atas segala sesuatu adalah kuasa.
Dari buku Doa & Dzikir Mustajab untuk Wanita karya Muzdalifah Muhammad Dinah Muhiddin, doa ini dibaca 3 kali untuk perlindungan dari segala bahaya.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fissamaa-i, wahuwas samii'ul 'aliim. (Dibaca 3x)
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).