Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ibn Rusyd Meragi Barat

Ahmad Dani , Jurnalis-Rabu, 07 Agustus 2013 |17:44 WIB
 Ibn Rusyd Meragi Barat
A
A
A

Ibn Rusyd dicatat oleh sejarah Barat sebagai pengetuk pintu Barat untuk masuk ke rasionalisme. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana Barat sebelum mengenal pemikiran-pemikiran Islam. Namun kita bisa mendapat gambaran bahwa, misalnya, pada abad-abad ke-11 dan ke-12, ketika dunia Islam notabene mulai mengalami kemandekan, pada saat yang sama ilmu pengetahuan sudah mulai mengalir masuk ke Barat.

Oleh karena itu, setiap orang Barat yang berpikir maju selalu dituduh telah dipengaruhi oleh Mohammedanism- mereka tidak menyebut Islam. Masa ini memakan waktu selama dua abad, dari abad ke-12 sampai abad ke-14.

Selama dua abad inilah proses pikiran-pikiran Ibn Rusyd menjadi ragi di Barat, artinya meresap kemana-mana tanpa banyak disadari oleh orang barat sendiri. Sekalipun demikian, ada lembaga-lembaga yang langsung bisa disebut sebagai pusat-pusat penyebaran paham-paham Ibn Rsyd, misalnya Universitas Paris. Salah satu pengaruh Ibn Rusyd ialah dia memperkenalkan kembali pikiran-pikiran Aristoteles dan itu mengagetkan gereja, karena selama ini gereja merasa sudah berhasil mengharamkan apa saja yang berasal dari Yunani (kuno).

Pengenalan Aristoteles oleh Ibn Rusyd itu kemudian membangkitkan minat kepada Aristotelianisme. Hal ini juga mendorong bangkitnya minat kepada pikiran-pikrian Yunani, yang kemudian melahirkan istilah renaissance (terlahir kembali). Memang, orang Eropa mempunyai mindset bahwa peradaban Eropa adalah Greeco-Roman (Yunani-Romawi), yang pada zaman tengah telah menghilang, dan baru ditimbulkan kembali melalui pikiran-pikiran Islam. Maka, perlawanan terhadap Ibn-Rusyd- yang disana disebut Averoeisme- datang dari gereja.

(Ahmad Dani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement