Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nuansa Multietnik di Bangunan Masjid Agung Sumenep

Syaiful Islam , Jurnalis-Selasa, 01 Juli 2014 |09:41 WIB
Nuansa Multietnik di Bangunan Masjid Agung Sumenep
Masjid Agung Sumenep (Foto: Syaiful Islam)
A
A
A

SUMENEP - Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mempunyai wisata religi yang mempunyai nilai sejarah tinggi, yakni Masjid Agung (Masjid Jami'). Arsitektur bangunan masjid yang terletak di jantung kota Sumenep itu merupakan perpaduan dari berbagai etnik dan budaya.

Ini bisa dilihat dari gaya arsitektur lokal, Arab, India, Jawa, Persia, dan China. Hasil kolaborasi itu menjadikan bangunan Masjid Jami' -begitu masyarakat Sumenep menyebutnya- tampak indah, fantastis, dan bernilai seni tinggi.

Ornamen bangunan ditampilkan sangat elok. Warna-warna menyala, seolah menunjukkan corak khas bangunan China. Nuansa warna yang menyala semakin kental bila kita berada di dalam bangunan utama.

Selain itu, mihrab yang berusia sekira 800 tahun, mimbar khotbah, hingga keramik yang menghiasi dinding mewakili hubungan antaretnik yang ada di Madura.

Perkembangan Islam di tanah Jawa pun tak terpisahkan dalam dinamika kehidupan masyarakat Madura.

“Bagus sekali bangunan Masjid Jami' ini. Tidak saya temukan pada masjid lain. Arsitekturnya bernilai tinggi dan berkualitas,” tutur seorang pengunjung Masjid Jami’, Mohamad Ridwan.

Masjid tersebut dibangun setelah pembangunan Keraton Sumenep oleh Adipati Sumenep, Pangeran Natakusuma I alias Panembahan Somala (1762-1811 Masehi). Masjid tersebut termasuk yang paling tua di Indonesia.

Sebelumnya di Sumenep juga ada Masjid Laju yang dibangun oleh Pangeran Anggadipa (Adipati Sumenep, 1626-1644 M). Dalam perkembangannya, Masjid Laju tidak mampu lagi menampung jamaah yang terus bertambah.

Setelah keraton selesai pembangunannya, Pangeran Natakusuma I memerintahkan seorang warga China bernama Lauw Piango untuk membangun Masjid Jami’. Berdasarkan catatan sejarah Sumenep, Lauw Piango merupaka cucu dari Lauw Khun Thing, seorang warga China yang datang dan menetap di Sumenep (1740 M).

Masjid ini mulai dibangun pada 1198 Hijriah (1779 M) dan selesai pada 1206 H (1787 M). Sampai sekarang keberadaan Masjid Jami' masih terjaga. Banyak wisatawan yang datang ke sana, tidak hanya dari Madura, namun juga dari luar pulau.

(Anton Suhartono)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement