Dia mengisahkan sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Kathab, pernah berkata, "Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu."
Berdasarkan pernyataan itu, tegas Prof Aswadi, mencium Hajar Aswad adalah murni karena kepatuhan. "Bukan karena nafsu tapi berdasarkan dari wahyu Allah SWT," ujarnya.
Guru Besar Universitas Sunan Ampel ini menjelaskan, Hajar Aswad mengandung banyak rahasia, di antaranya warna aslinya yang putih bisa berubah menjadi hitam.
"Itu sama dengan perilaku manusia. Bahwa manusia diciptakan oleh allah tetapi karena dorongan manusia ingin melampaui batas maka dari itu menjadi ternoda," tutupnya.
(Mufrod)