Baca juga: Nekat Terabas Rombongan Amirul Hajj, Ibu Ini Minta Doa Kesembuhan Suaminya
Biasanya para dokter melakukan diskusi dipergantikan shift dalam menangani pasien. "Kami juga punya tiga laborotarium untuk kepentingan medik," ucapnya.
Layanan baik dari rumah sakit riset dan pendidikan ini diakui Saeful Zaman, jamaah haji Kloter 49 Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 49) saat ditemui di kamar rawat inap yang berada di lantai empat. "Layanannya baik, saya tetap makan walaupun tidak sesuai selera," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, komunikasi dengan dokter dilakukan dengan bahasa Arab, kebetulan pendampingnya selama di RS bisa berbahasa Arab. "Saya mau kembali ke kloter saja, saya mau wujud," ujarnya merengek kepada Tim B Visitasi Dokter Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mekkah.
Sayang keinginannya itu belum terkabul. Setelah ditanyakan ke perawatnya, memang belum dibolehkan pulang. "Bapak belum boleh pulang. Ke Searah masih ada waktu, tunggu kondisi baik ya," bujuk de Jamaludin Kamal AS, PJ Visitasi, KKHI Mekkah.