"Nabi dengan doa, Ya Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sesuatu yang aku tidak mengetahui hakekatnya, dan sekiranya tidak Engkau ampuni dan belas kasih niscaya aku termasuk orang – orang yang merugi. Karena diberikan ampunan maka dengan ampunan itu manusia bisa mengabdi dengan kesungguhan di hadapan Allah SWT," ujarnya.
Guru Besar Universitas Sunan Ampel adalah puncak kesadaran siapapun yang melakukan pelanggaran itu adalah atas kehendak nafusnya bukan karena Allah SWT. Oleh sebab itu manusia harus berupaya untuk kembali kepada kepada Allah SWT untuk mengakui berbagai kesalahan yang telah dilakukan. "Itu yang harus ditanamkan seluruh manusia," ujarnya.
2. Mimpi Nabi Ibrahim
Di balik perintah berqurban, ada sebuah kisah Nabi Ibrahim yang membuktikan kegelisahaan Nabi Ibrahim. Beliau beberapa kali bermimpi sebelumnya menyembelih anaknya Nabi Ismail.
"Kala itu dia masih mencari tahu apakah mimpi itu godaan atau tidak. Nah sadarnya kalau itu betul mimpi dari Allah SWT ya di Jabal Rahma," ujarnya.
Kemudian Nabi Ibrahim digoda setan di Jamarat, yang kini menjadi tempat pelemparan batu.