Menurut politisi PKS itu, kampung-kampung Indonesia itu sebaiknya dibangun di lokasi pinggiran Makkah dan Madinah. Akses menuju Masjidil Haram bisa memanfaatkan jaringan monorel. Pembangunan bisa dilakukan dengan cara kerja sama.
Apalagi, Indonesia adalah negara dengan jumlah jamaah haji terbesar. ’’Kalau dianggap investasi, nilai investasi kita di Saudi dalam penyelenggaraan haji ini mencapai 10 persen,’’ terangnya.
Menurut Fahri, pembangunan kampung-kampung Indonesia di Tanah Suci bisa menggunakan dana haji yang kini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). ’
"Dana yang nilainya di atas Rp 100 triliun dan dikelola BPKH itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan jamaah haji kita. Salah satunya bisa untuk program ini,’’ terangnya.
(Fiddy Anggriawan )