Selama ini, penyelenggaraan haji masih bersifat adhoc. Fakhri lantas membandingkan dengan Turki yang lebih dulu mempermanenkan penyelenggaraan haji mereka di Tanah Suci.
’’Kantor perwakilan mereka di Makkah udah dahsyat, gede sekali. Padahal jamaah haji mereka lebih sedikit dibandingkan kita,’’ ujar Fakhri.
Pembangunan kampung-kampung Indonesia di Makkah, menurut Fahri, akan menggambarkan kondisi nusantara, mulai dari sisi budaya hingga kuliner.
’’Jadi, jamaah haji kita tidak bingung lagi, misalnya, saat ini mencari sambal Indonesia,’’ ucapnya.
Dengan cara itu, Indonesia bisa memainkan peran sebagai mitra bisnis Pemerintah Arab Saudi. Indonesia tidak akan dikenal hanya sebagai negara pengirim tenaga kerja saja, tetapi lebih dari itu.