Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kiswah Kabah, Gaun Hitam dari Sutra 670 Kg dan Emas-Perak 150 Kg

Rafida Ulfa , Jurnalis-Kamis, 23 Agustus 2018 |05:04 WIB
Kiswah Kabah, Gaun Hitam dari Sutra 670 Kg dan Emas-Perak 150 Kg
(Foto: Sindonews)
A
A
A

JAKARTA - Kiswah Ka’bah merupakan salah satu bagian Ka’bah yang memiliki sejarah tersendiri. Secara bahasa, Kiswah atau Kuswah berasal dari kata kasa yang berarti al-Libas atau pakaian, penutup. Kiswah adalah penutup Ka’bah yang terbuat dari bahan sutera murni yang dicelup dengan pewarna hitam.

Kain Kiswah terdiri dari lima potong, empat potong untuk ke empat sisi Ka’bah, dan satu lagi untuk menutupi pintunya. Sepertiga bagian atas bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an.

Kiswah merupakan kain bersulam emas dan perak dan selama hampir satu abad dibuat seniman lokal. Gaun hitam itu dibuat dengan 670 kg sutra murni, 150 kg emas dan perak yang digunakan untuk mengukir ayat-ayat Al-Qur’an.

Ketebalan kain Kiswah adalah 1,37 milimeter sedangkan beratnya mencapai 670 kilogram. Dalam satu tahun, Ka’bah dicuci dua kali yakni pada Sya’ban dan Dzulhijjah. Demikian dikutip dari buku Haji dan Umrah Mabrur Itu Mudah dan Indah.

Sekitar 75 tahun lalu, Kiswah masih didatangkan dari Mesir. Pabrik Kiswah baru dibangun di Mekkah di bawah perintah Raja Abdul Aziz. Sejak itu, setiap tahun sebuah Kiswah dibuat.

Biasanya pula Kiswah diserahkan oleh Kepala Urusan Dua Mesjid Suci Syekh Saleh bin Abdul Rahman Al-Hussain kepada Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Shaibi di pabrik Mekkah. Sebuah tas kecil terbuat dari beludru berukir emas dan perak berisi kunci Ka’bah, sekaligus diserahkan.

Kebiasaan serah terima Kiswah dilakukan pada hari pertama Dzulhijjah supaya Ka’bah siap pada hari kesembilan saat jemaah calon haji berkumpul di Arafah. Penggantian dimaksudkan untuk memastikan Kabah tampak bersih saat Idul Adha.

Mengacu pada fungsinya, di samping memperindah Ka’bah, penggunaan Kiswah bertujuan melindungi dinding Ka’bah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Allah SWT berfirman, yang artinya: “...Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf,yang ruku, dan yang sujud.” (QS. Al-Baqarah [2]: 125).

Setiap musim haji, pemerintah setempat biasanya melipat atau menarik bagian bawah kain penutup Ka’bah ke atas guna menghindari kerusakan akibat tarikan, gesekan, atau faktor manusia lainnya ketika mereka tengah beribadah di Ka’bah. Kain itu akan diturunkan kembali ke posisi semula setelah musim haji berakhir.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement