SAHUR adalah aktifitas yang selalu dijalani umat muslim di bulan suci Ramadan. Sahur juga merupakan anjuran dari Rasulullah untuk umatnya agar kuat menjalani puasa.
Rasulullah bersabda: “Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu penuh dengan barakah” (HR. Ahmad)
Tapi bagi sebagian orang mungkin bangun tidur di sepertiga malam untuk sahur agak susah. Maka dari itu di Indonesia sendiri ada tradisi membangunkan sahur dimana orang-orang berkeliling untuk membangunkan orang lain untuk sahur. Sebagian memukul beduk keliling sambil berteriak sahur, bersalawat atau memberi tahu warga telah tiba waktu sahur dengan menggunakan speaker masjid atau musala.
Tapi tahukah Anda bagaimana cara Rasulullah dulu membangunkan umatnya untuk sahur? Okezone telah mewawancarai Ustadz Kiki Al Haddad untuk menanyakan hal tersebut, berikut ulasannya:
“Pada zaman Rasulullah dulu cara yang dilakukan dengan menggunakan azan. Kala itu azan ada dua, yaitu azan awal dan Azan subuh, dimana azan awal dilantunkan oleh Bilal bin Rabah dan azan subuh dilantunkan oleh Abdullah bin Umi Maktum. Azan bilal merupakan azan dimana umat Rasulullah kala itu harus bangun dan melakukan sahur. Ketika azan dilantunkan oleh Abdullah semua umat rasul harus sudah tidak sahur lagi karena sudah memasuki puasa,” terang Ustadz Kiki.