nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Tuberkulosis yang Sedang Pengobatan Puasa, Bolehkah?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 10:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 10 616 2053825 bolehkan-pasien-tb-yang-sedang-pengobatan-ikut-berpuasa-ini-penjelasan-dokter-q0k3lkeURx.jpg Pasien Tuberkulosis (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

Tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak diidap masyarakat Indonesia. Menurut WHO Global Tuberkulosis Report 2018 memperkirakan insiden tuberkulosis di Indonesia mencapai 842.000 kasus dengan 442.172 kasus tuberkulosis teridentifikasi dan 399.828 kasus tidak teridentifikasi.

Spesialis Paru dan Pakar TB dan MDR-TB, dr. dr. Erlina Burhan , MSc, Sp.P(K) mengatakan, pasien tuberkulosis harus menjalani pengobatan cukup lama. Obat harus diminum setiap hari selama kurang lebih enam bulan dan membutuhkan tingkat kepatuhan yang sangat tinggi. Obat harus diminum setiap hari di jam yang sama.

Dalam kondisi seperti, apakah pasien tuberkulosis boleh berpuasa?

Menurut Erlina, pasien tuberkulosis yang sedang dalam pengobatan bisa saja berpuasa, dengan syarat mereka mampu. Pasalnya ada beberapa karakter pasien tuberkulosis yang resisten obat memiliki beberapa efek sampung seperti muntah-muntah dan lemas. Jika gejala tersebut sudah mulai timbul sebaiknya tidak dilanjutkan.

“Yang penting obat tersebut diminum tiap hari sesuai dengan ketentuan, tapi syaratnya mereka mampu, karena ada pasien-pasien yang resistan obat ini efek sampingnya muntah-muntah, sehingga mereka jadi lemas, tidak semangat nah kalau penderita dalam kondisi tersebut ya jangan lah,” terang dr. Erlina, di Jakarta.

Meski demikian, gejala seperti itu tidak selalu dialami pasie tuberkulosis. Banyak dari mereka yang sudah stabil dan tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga mereka bisa melakukan ibadah puasa dengan baik dan lancar.

“Tapi ada pula pasien-pasien yang udah enak, udah stabil silahkan berpuasa, jangan sampai puasa ini menghalangi minum obat,” lanjutnya.

Dokter Erlina menegaskan, jika seorang pasien telat beberapa jam saat minum obat, maka hal tersebut tidak masalah. Hanya saja jangan sampai keterlambatan minum obat berlangsung hingga berhari-hari. Jadi ada baiknya minum obat secara efektif agar dapat membunuh kuman hingga tuntas.

“Kalau perbedaan waktunya hanya beberapa jam tidak masalah, yang masalah jika pindahnya ada waktu kosong satu sampai dua hari. Yang selalu saya katakan adalah kalau obat itu tidak membunuh kuman, maka kumannya akan menjadi lebih kuat. Jadi kalau mau ngasih obat jadi pastikanlah obat tuberkulosis ini membunuh kuman hingga tuntas,” tuntasnya. (REN)

(ABD)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini