7 Aliran dalam Islam, Mayoritas Masih Eksis hingga Kini

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 02:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 15 614 2055778 7-aliran-dalam-islam-mayoritas-masih-eksis-hingga-kini-0DMgPsDsgY.jpg Bendera berlafazkan kalimat tauhid yang dijadikan simbol aliran dalam Islam

5. Murjiah

Masih dalam buku Aliran dalam Islam, Murjiah berasal dari Kata Irja yang artinya menangguhkan. Murjiah muncul pada abad pertama hijriah, yang muncul karena perbedaan dua pendapat, yaitu syiah dan khawarij. Kaum syiah mengkafirkan para sahabat, yang menurut mereka menghina ke Khalifahan dari Ali. Sedangakan kaum Khawarij, mereka mengkafirkan kelompok Ali dan Muawiyah. Maka pada saat itulah muncul golongan umat islam, yang menjauhkan dari hal kafir mengkafirkan kedua keompok tersebut.

“Sekte Murji'ah muncul sebagai reaksi atas sikap yang tidak mau terlibat dalam upaya kafir mengafirkan terhadap orang yang melakukan dosa besar, sebagaimana yang dilakukan kaum khawarij,” ujar Ustad Asroni Al Paroya, Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia untuk Jakarta Timur.

Pendapat Aliran dalam islam ini terbagi menjadi dua, golongan Moderat, dan golongan Ekstrim. Golongan moderat berpendapat bahwa, orang berdosa bukan kafir dan tidak kekal dalam Neraka.

Sedangkan golongan Ekstrim berpendapat bahwa Orang Islam yang percaya pada Allah kemudian menyatakan kekufuran secara lisan tidak menjadi kafir karena iman itu letaknya di dalam hati, bahkan meskipun melakukan ritual agama-agama lain. “Perbedaan teologi adalah perbedaan dalam hal mengkafirkan,” sambung ustadz Asroni.

6. Qadariyah

Qadariyah berasal dari kata qadr yang artinya mampu atau berkuasa. Kaum Qadariyah berpendapat bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dan kebebasan dalam menentukan perjalanan hidupnya.

Selain itu, mereka berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatan – perbuatannya. Maka, nama Qodariyah berangkat dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, bukan berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai takdir yang sudah ditetapkan Allah SWT. Ustad Asroni Al Paroya juga mengatakan bahwa, Qadiriyah berkeyakinan mengingkari Taqdir Allah, atau segala perbuatan makhluk di luar kehendak Allah

7. Jabariyah

Berbeda dengan Qadariyah, aliran Jabariyah justru berbanding terbalik dengan Qadariyah. Jabariyah berasal dari kata jabr yang artinya paksaan. Aliran ini ditonjolkan pertama kali Jahm bin Safwan (131 H), sekretaris Harits bin Suraih yang memberontak pada Bani Umayyah di Khurasan. Memang dalam aliran ini terdapat faham bahwa manusia mengerjakan mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa.

Aliran ini berpendapat bahwa, manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya. Perbuatan – perbuatan manusia telah di tentukan dari semula oleh Qada dan Qadar Tuhan.

Tidak semua aliran dalam islam di atas masih ada hingga kini. Karena pada zaman dahulu aliran tersebut muncul sebagai senjata untuk merebut kekuasaan. Seperti khawarij, mereka muncul karena tidak setuju dengan kebijakan yang diambil oleh Sayidina Ali untuk berdamai dengan Muawiyah. Sehingga pada akhirnya pengikut Ali bin Abi Thalib mempunyai dua musuh, yaitu Khawarij dan juga Muawiyah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini