Pria Australia Rela Masuk Islam Demi Pujaan Hatinya

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 21 614 2058443 pria-australia-rela-masuk-islam-demi-pujaan-hatinya-OLaGfpRJ8b.png Kisah Mualaf Warga Australia (Foto: Islamicfinder)

Percintaan tak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Apapun akan dilakukan untuk Cinta, segala pengorbanan pasti akan dilakukan. Banyak kisah cinta yang menjadi Inspirasi bagi orang-orang seperti Romeo and Juliet yang terkenal dengan perjuangan cintanya. Kali ini ada kisah perjuangan seorang pria Australia yang ingin menikahi pujaan hatinya.

Bogart Lamprey adalah seorang pria asal Australia yang menjadi mualaf demi menikahi Noora Al Matori. Anda pasti akan senang dengan perjalanan cinta mereka sampai akhirnya berakhir bersama. Dilansir dari islamicfinder, Selasa (21/5/2019) berikut adalah kisahnya:

Bagi banyak orang yang pindah Agama, sangat sulit untuk meyakinkan keluarga tentang keputusan yang mereka ambil dan kadang-kadang masalah tidak bisa diatasi. Salah satu kasusnya adalah Lamprey, kabar tentang dia yang memeluk Islam mengagetkan keluarganya.

"Mereka pikir aku akan pergi dan bergabung dengan ISIS ... mereka juga tidak bahagia."

Setelah dijelaskan oleh Lamprey, keluarganya ragu-ragu dengan alasan di balik pertobatan pria berusia 32 tahun itu. terlepas dari perbedaan budaya dan nilai-nilai keluarga, ia telah menemukan cintanya yaitu, Noora Al Matori,

Noora lahir di Irak tetapi dibesarkan di Australia, dia dan Lamprey bertemu di Wagga Wagga, dan orangtua Noora juga berpendapat yang sama dengan keluarga Lamprey. Keluarga Noora menginginkan bahwa Noora akan menikah dengan orang yang memiliki persamaan keyakinan.

Ketika Lamprey pertama kali melihat Noora di kafe Wagga Wagga, ia langsung kepincut dan terpesona. Lamprey bersumpah pada saudaranya yang kebetulan sedang bersamanya bahwa dia mungkin akan menikahinya, Dia meyakinkan saudaranya bahwa ini bukan lelucon.

"Aku menertawakannya, tapi aku berpikir, 'aku akan menikahinya'."

Setelah kejadian itu, Lamprey menghabiskan enam bulan berikutnya mengunjungi cafe dengan harapan bahwa dia akan bertemu dengan Noora Al Matori, tetapi kali ini berbicara dengannya.

"Setiap kali aku berada di cafe aku bertanya pada wanita tua yang bekerja di sana tentang Noora."

Dia akhirnya mendapatkan jawaban dari wanita tua yang bekerja di cafe itu. Pertama kali menghubungi Noora, Lamprey menemuinya untuk minum kopi, tetapi untuk Noora hubungan itu benar-benar cinta platonis. Cinta Platonis adalah Cinta antara dua lawan jenis yang sedemikian rupa, hangat, mesra, saling menghargai dan menghormati, seperti belahan jiwa, tetapi, mereka berdua sadar betul tidak akan bisa berkelanjutan ke jenjang yang lebih jauh dalam ikatan Perkawinan.

"Aku tidak pernah bisa melihat diriku menikah dengan seseorang yang bukan dari Timur Tengah."

Lamprey membenamkan dirinya di dunianya. Dia menyadari bahwa jika dia ingin bersama Noora, dia harus melakukan hal-hal dengan cara tradisional.

"Saya mengenal dan memahami budaya Islam, saya akan memeluknya, saya mempelajari Al-Quran setiap malam dan masuk Islam."

Selain itu, Noora menjelaskan bahwa:

"Ketika saya mengatakan kepada ayah saya bahwa Lamprey tertarik pada saya dan datang untuk meminta tangan saya, dia memutuskan untuk pergi berlibur selama tiga bulan dan membuat lamprey terdiam. Dia ingin melihat apakah lamprey akan tetap di sana atau malah berbalik dan pergi. Namun ternyata Lamprey tetap berada disana untuk meminta restunya."

Lamprey akhirnya menghabiskan waktu membangun hubungan dengan anggota keluarga Noora lainnya. Dia kembali untuk pertemuan lain dengan ayah Noora, dan kali ini dia membawa serta keluarganya. Setelah akhirnya mendapatkan restu ayahnya, Noora pun mengatakan ya.

Ketika pernikahan semakin dekat, kedua keluarga menyambut gagasan merangkul adat dan tradisi keluarga baru. Noora mengatakan:

"Bagi saya, penting bagi keluarga saya untuk menghormati keluarga Lamprey sebanyak mereka menghormati keluarga saya."

Keluarga Lamprey dan Noora memutuskan untuk melakukan upaya untuk membenamkan diri dalam budaya masing-masing. Mereka semua berkumpul untuk merayakan Natal, serta liburan Muslim seperti festival Idul Fitri dan Idul Adha.

 Pasangan ini telah menikah bahagia selama hampir empat tahun dan sekarang tinggal di Canberra. Mereka memiliki seorang putri bernama Jamila, yang berusia tiga tahun.

"Aku hanya ingin dia tumbuh dan menilai dirinya seperti kita menilai dia ... Jika dia ternyata setengah sama baiknya dengan Noora, dalam hal menghormati dirinya sebagai manusia, Saya akan menjadi orang paling bahagia di dunia ini," kata Lamprey.

Muslim memang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, 1,7 persen dari 20 juta penduduknya beragama Islam. Islam adalah agama terbesar kedua di negara itu setelah Kristen. Selama beberapa tahun terakhir, banyak orang telah memeluk Islam dan menjadi mualaf Muslim yang dikenal luas. Ada banyak kisah tentang para mualaf. Tahun ini. Diungkapkan bahwa Joram Van Klaveren memeluk Islam, mengingat ia sangat anti-Islam. Keajaiban selalu ada untuk Islam. Wallahu A'lam

(ren)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini