Share

Terbang 9 Jam ke Tanah Suci Bikin Jamaah Haji Rentan Sakit

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 12 614 2065706 terbang-9-jam-ke-tanah-suci-bikin-jamaah-haji-rentan-sakit-2CGfDpOG3h.jpg Ilustrasi. (Foto: hwt)

JAMAAH haji Indonesia tidak lama lagi akan terbang ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah. Tentunya kondisi kesehatan Anda harus prima agar bebas sakit selama menunaikan ibadah haji.

Berdasarkan data, tahun 2019 terdapat penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu jemaah, sehingga total menjadi 231.000 jemaah. Penambahan kuota haji ini membuat Indonesia menjadi negara dengan jumlah jemaah terbesar di dunia.

Nah, untuk sampai ke Tanah Suci, dari Indonesia jamaah haji akan menempuh penerbangan dalam waktu yang lama. Kondisi lingkungan serta cuaca selama penerbangan pastinya memengaruhi kesehatan seseorang.

Anda jadi mudah drop dan mendadak sakit, sehingga ibadah haji terganggu. Namun demikian, Anda bisa mencegahnya dengan cara yang tepat.

Baca Juga: Ada Siapa di Bumi Sebelum Allah SWT Menciptakan Nabi Adam AS?


kalau ada yang punya penyakit penyerta, akan memperberat keadaan seseorang

Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K), mengatakan, perjalanan haji yang lama di pesawat juga akan mempengaruhi kondisi kesehatan jamaah. Sementara itu, kalau ada yang punya penyakit penyerta, akan memperberat keadaan seseorang.

“Ibadah haji bukan hal yang mudah, tentunya kesehatan para jemaah jadi utama. Ibadah haji bukan hanya siap materi, tapi fisik harus prima," ucap Menkes Nila dalam Seminar Pelayanan Kesehatan Haji di Kantor Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Menkes Nila menambahkan, untuk tiba di Arab Saudi, jamaah haji harus menempuh penerbangan sekira 9 jam. Kondisi kesehatan bisa terganggu karena cuaca mengalami perbedaan. Untuk mengendalikan faktor risiko kesehatan, diperlukan pengetahuan tentang pengaruh kondisi penerbangan terhadap kesehataan jamaah haji.

Baca Juga: 4 Nabi yang Dipercayai Masih Hidup Sampai saat Ini

 tiba di Arab Saudi, jamaah haji harus menempuh penerbangan sekira 9 jam.

"Selama penerbangan, banyak jemaah yang belum pernah naik pesawat terbang, sehingga tidak tahu. Fisik mereka jadi terganggu, bahkan bisa sakit," tutur Menkes Nila.

Menkes Nila menyebutkan, ketika di atas ketinggian, jemaah haji akan mengalami kekurangan kadar oksigen. Tak heran kalau Anda merasakan tidak nyaman atau malah mendadak sakit.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Akibatnya, pasca-terbang Anda bisa mengalami gangguan pernapasan, Deep Vein Thrombosis, dehidrasi, jet lag, dan mabuk udara. Tentu itu tidak nyaman dan mengganggu awal ibadah di Tanah Suci.

Menkes Nila mengimbau para petugas kesehatan haji untuk memantau kondisi fisik setiap jamaah. Bahkan hal itu dilakukan sejak satu tahun sebelum berangkat.

"Sebelumnya kita memeriksa jamaah haji apakah layak terbang atau tidak. Itu dilakukan satu tahun sebelum berangkat, apalagi yang punya penyakit penyerta," imbuh Menkes Nila.

Menurutnya, banyak jamaah haji dengan penyakit penyerta yang terbang ke Tanah Suci. Seperti pasien hipertensi, mereka diminta untuk rutin kontrol agar kondisi fisiknya stabil.

"Hipertensi bisa diatasi dengan baik dan tidak sampai jadi penyakit jantung. Oleh karena itu, jauh sebelumnya kita memberikan himbauan jaga kesehatan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini