nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikah Dulu atau Memberangkatkan Orangtua Pergi Umrah?

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 16:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 26 330 2071214 menikah-dulu-atau-memberangkatkan-orangtua-pergi-umrah-PkKV9Wdj59.jpg Pasangan mau menikah (Foto: Pixabay)

Setelah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, biasanya seseorang juga akan memiliki berbagai keinginan dalam hidupnya.

Keinginan ini bukan hanya ditujukan untuk diri sendiri, tapi juga bisa ditujukan untuk orang lain, misalnya untuk membahagiakan orangtua kadungnya. Memberangkatkan umrah adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa membahagiakan orangtua.

Makkah

(Foto: Ist)

Namun karena satu dan lain hal akhirnya mimpi ini tertunda hingga mereka menjadi orangtua. Bagi yang sudah lulus kuliah, sudah berpenghasilan dan sudah memiliki calon, apa lagi yang ditunggu selain menikah?

Dilansir dari Salam Dakwah, Rabu (26/6/2019), seperti yang kita tahu, menikah adalah kebutuhan harfiah dari semua orang. Menikah juga suatu perkara yang sangat terpuji ketika Anda telah siap dan mampu.

Dengan menikah, berarti Anda siap untuk membina rumah tangga baru dan hidup menjadi lebih mandiri bahkan bisa dibilang menjadi pribadi yang baru pula. Dari sisi agama, menikah juga dikatakan sebagai penyempurna amal dan ibadah.

Setelah menikah, bagi pria ia akan menjadi pemimpin istri dan keluarga. Dan bagi wanita, tentu ia harus siap menjadi pendamping suaminya.

Di sisi lain, banyak pemuda-pemudi yang galau di antara dua pilihan tersebut yakni ingin menikah dulu atau memberangkatkan orangtua pergi umrah terlebih dahulu.

Apabila memang tidak bisa melaksanakan pernikahan sekaligus membiayai orangtua beramroh maka yang diutamakan, uang itu digunakan untuk menikah. Mengingat haji dan umrah apabila tidak mampu maka itu tidaklah diwajibkan atas seseorang termasuk orangtua Anda.

Sedangkan di sisi lain Anda berkewajiban untuk menikah untuk menjaga diri dari perbuatan yang haram seperti zina atau onani.

Ulama di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Saya seorang pemuda terpelajar berusia 23 tahun. Saya ingin mengirim uang untuk biaya haji ayah dan ibu saya.

Di sisi lain, saya juga ingin menyempurnakan separuh agama dengan menikah oleh karena itu merupakan perisai bagi seorang pemuda untuk menjaga diri dari melakukan perbuatan dosa.

Saya khawatir jika menikah dengan menggunakan uang ini, kedua orangtua saya meninggal sebelum melaksanakan haji dan saya menanggung dosanya. Perlu diketahui bahwa kondisi ekonomi kami sederhana.

Mereka menjawab: Menggunakan uang itu untuk menikah lebih utama daripada untuk membiayai haji kedua orangtua Anda. Sebab, dengan menikah Anda dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam,

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج

"Wahai sekalian pemuda, siapa pun di antara kalian yang sudah memiliki kemampuan, maka hendaknya dia menikah. Sebab, itu lebih menundukkan pandangan dan amat menjaga kemaluan."

Dalam hadis ini, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk segera menikah jika seseorang telah memiliki kemampuan. Anda harus mendahulukan diri sendiri, baru kemudian orang lain. Adapun jika kedua orangtua Anda tidak memiliki biaya untuk melaksanakan haji, maka mereka tidak wajib melaksanakannya karena belum memenuhi syarat mampu.

Apabila kedua orangtua Anda meninggal sebelum dapat melaksanakan haji, maka tidak ada dosa bagi keduanya. Anda dapat meng-qadha haji untuk keduanya (di kemudian hari) dengan diri sendiri, atau mewakilkannya kepada orang lain dengan biaya dari Anda ketika telah diberikan kemampuan.

Semoga Allah melipatgandakan pahala, serta memudahkan urusan Anda dan kedua orang tua. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

 

Oleh karena itu menikah untuk melindungi diri dari dosa lebih utama daripada menghajikan orangtua untuk pertama kali padahal ibadah haji hanya wajib bagi orangtua bila mereka mampu. Namun kenyataannya mereka belum mampu sehingga haji tidaklah wajib bagi mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini