nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kita Wajib Taat kepada Pemimpin yang Sah

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 15:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 28 330 2072146 kita-wajib-taat-kepada-pemimpin-yang-sah-7cTVJYKZ1B.jpg Jemaah salat berdoa kepada Allah (Foto: Okezone)

Dalam pemerintahan selalu ada pemilihan pemimpin. Termasuk dalam proses demokrasi di Indonesia ada pemilu untuk memilih pemimpin.

Drs. H.M Haidir yang menjadi khatib pada salat Jumat di Masjid Uswatin Hasanah, Palmerah, Jakarta Barat mengatakan, siapa pun yang menjadi pemimpin Indonesia haruslah orang yang beriman dan takwa. Serta menganut Alquran dan menjalankam sunah Nabi Muhammad SAW.

 pria

(Foto:Ist)

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An Nisa’: 59)

Haidir menambahkan, terkait ketaatan kepada Allah SWT hukumnya adalah mutlak. Menyangkut ketaatan kepada Rasulullah juga adalah wajib.

Para ulama juga sepakat bahwa hukum taat kepada ulil amri atau pemimpin yang sah adalah wajib. Kaum muslimin tidak diperolehkan memberontak ulil amri meskipun dalam kepemerintahannya sering berlaku zalim. Prinsip ini menjadi pegangan yang lahir dari salah satu pokok akidah ahlus sunnah wal jamaah.

Lalu muncul sebuah pertanyaan, bagaimana bila seorang pemimpin berasal dari kaum budak?

 Ibnu Abi ‘Izz dalam Syarah Aqidah Thahawiyah berkata:

"Hukum mentaati ulil amri adalah wajib (selama tidak dalam kemaksiatan) walaupun mereka berbuat dzalim. Karena kalau keluar dari ketaatan kepada mereka akan menimbulkan kerusakan yang berlipat ganda dibanding dengan kezaliman penguasa itu sendiri.” (Lihat: Syarh Aqidah Ath Thahawiyah, hal. 381)

Nabi Muhammad SAW juga telah berpesan kepada orang beriman dan bertakwa, wajib hukumnya dari kita taat kepada pemimpin yang sah. Kedua, bahwa ketaatan kita kepada seorang pemimpin adalah mutlak sekalipun seorang pemimpin itu dzalim.

"Maka dari itu siapa pun pemimpinnya harus tetap dihormati dan taat kepadanya. Karena nantinya ada pengadilan Allah SWT di akhirat. Kita tetap memiliki kewajiban untuk mendoakan pemimpin kita," tukas Haidir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini