Lalu muncul sebuah pertanyaan, bagaimana bila seorang pemimpin berasal dari kaum budak?
Ibnu Abi ‘Izz dalam Syarah Aqidah Thahawiyah berkata:
"Hukum mentaati ulil amri adalah wajib (selama tidak dalam kemaksiatan) walaupun mereka berbuat dzalim. Karena kalau keluar dari ketaatan kepada mereka akan menimbulkan kerusakan yang berlipat ganda dibanding dengan kezaliman penguasa itu sendiri.” (Lihat: Syarh Aqidah Ath Thahawiyah, hal. 381)
Nabi Muhammad SAW juga telah berpesan kepada orang beriman dan bertakwa, wajib hukumnya dari kita taat kepada pemimpin yang sah. Kedua, bahwa ketaatan kita kepada seorang pemimpin adalah mutlak sekalipun seorang pemimpin itu dzalim.
"Maka dari itu siapa pun pemimpinnya harus tetap dihormati dan taat kepadanya. Karena nantinya ada pengadilan Allah SWT di akhirat. Kita tetap memiliki kewajiban untuk mendoakan pemimpin kita," tukas Haidir.
(Dyah Ratna Meta Novia)