"Saya sempat koordinasi dengan pihak Garuda yang ada di Bandara Madinah, bahwa faktor angin mempengaruhi. Jadi (itu) yang mendorong pesawat itu bisa tiba di Arab Saudi itu lebh cepat setengah jam, bahkan sampai satu jam setengah," beber dia.
Dia melanjutkan, pesawat yang tiba lebih cepat sekira 90 menit tersebut adalah yang membawa jamaah haji kloter pertama yang paling awal tiba di Arab Saudi, yakni seperti kloter Embarkasi Surabaya (SUB) 1 dari Surabaya yang dijadwalkan jam 10.00 ternyata tiba jam 08.30 waktu Arab Saudi.
"Di satu sisi memang baik, mudah-mudahan tidak ada masalah terkait hal tersebut," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)