Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Galau Melanda, Ini 4 Cara Jitu Mengatasinya

Intan Afika Nuur Aziizah , Jurnalis-Rabu, 10 Juli 2019 |15:37 WIB
Galau Melanda, Ini 4 Cara Jitu Mengatasinya
4 tips jitu atasi galau (Foto: Ist)
A
A
A

SETIAP orang pasti pernah mengalami galau. Galau adalah perasaan kacau karena memikirkan masa depan atau mungkin bingung dalam menentukan sebuah pilihan.

Dalam Alquran dikatakan bahwa sejatinya semua manusia mengalami galau, karena tidak ada satupun manusia yang tahu akan masa depannya. Sementara mereka semua berharap bisa menggapai cita-citanya. Allah berfirman, “Tidak ada satupun jiwa yang mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok.” (QS. Luqman: 34)

Pelajaran lain, bahwa kita selalu memikirkan obsesi yang belum pasti, namun kita sering melupakan sesuatu yang pasti, yaitu kematian.

Karena itu, semata mengalami galau, pikiran kacau, bingung dalam menentukan arah hidup, bukanlah kesalahan. Hampir semua manusia mengalaminya. Yang lebih penting adalah mengatasi kondisi galau, sehingga tidak sampai menyeret kita kepada jurang maksiat.

Lalu bagaimana cara mengatasi kegalauan ini? Berikut telah Okezone rangkum dari berbagai sumber, Rabu (10/7/2019).

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. Ar-Ra’d: 28).

Maka cara yang disarankan untuk menghilangkan rasa galau adalah:

 Berdoa

1. Berdoalah kepada Allah

Mintalah pertolongan kepada Allah agar di hapuskan dari rasa gelisah yang menyangkut di hati dan jangan lupa berdoa kebaikan untuk dunia dan akhirat.

Berdoa akan mengingatkan kita agar tidak hanya bersandar dengan kehidupan duniawi, tetapi harus diiringi dengan tawakkal kepada Allah. Karena keberhasilan tidak mungkin bisa kita raih, tanpa pertolongan dari Allah.

2. Hindari panjang angan dan terlalu banyak obsesi pada dunia

Terlalu ambisius menjadi orang sukses akan memperparah kondisi galau yang dialami manusia. Dia berangan-angan panjang, hingga terbuai dalam bayangan kosong tanpa adanya makna. Karena itulah, Rasulullah saw dan para sahabat mencela panjang angan-angan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Hati orang tua akan seperti anak muda dalam dua hal: dalam cinta dunia dan panjang angan-angan.” (HR. Bukhari 6420).

Sahabat Ali bin Abi Thalib mengatakan,

“Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menjadi penghalang untuk memihak kebenaran. Panjang angan-angan bisa melupakan akhirat. Ketahuilah bahwa dunia tidak abadi.

Berdoa

3. Jangan merasa lemah dan terdzolimi oleh takdir

Dalam melakukan hal yang terbaik dalam hidup, kita akan selalu menghadapi rintangan. Namun, rintangan bukanlah sebab untuk berputus asa. Kita harus terus bangkit dan berpikir optimis bahwa semua rintangan ini akan bisa kita lewati karena Allah tidak akan memberikan suatu cobaan di luar batas kemampuan manusia.

Ketika Anda merasa gagal atau merasa lebih miskin dibandingkan teman anda, Anda tidak perlu berduka, karena duka Anda tidak akan mengubah nasib Anda. Yang lebih penting adalah kendalikan hati agar tidak dipenuhi hasad dan iri serta dengki.

Anda perlu mengingat hadis ini, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasullullah saw bersabda,

“Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian.” (HR. Ahmad 7657, Turmudzi 2703, dan Ibn Majah 4142)

4. Sibukan diri Anda dengan selalu mengerjakan hal yang bermanfaat

Ibnul Qoyim mengatakan, "Bahaya terbesar yang dialami seorang hamba, adalah adanya waktu nganggur dan waktu luang. Karena jiwa tidak akan pernah diam. Ketika dia tidak disibukkan dengan yang manfaat, pasti dia akan sibuk dengan hal yang membahayakannya." (Thariq al-Hijratain, hlm. 413)

Secara garis besar, Rasulullah saw telah memberikan panduan, agar manusia selalu maju menuju lebih baik dalam menghadapi hidup. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasullullah saw bersabda,

“Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang manfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kalian mengalami kegagalan, jangan ucapkan, Andai tadi saya melakukan cara ini, harusnya akan terjadi ini dst. Namun ucapkanlah, Ini taqdir Allah, dan apa saja yang dia kehendaki pasti terjadi. Karena berandai-andai membuka peluang setan.” (HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, Ibn Hibban 5721, dan yang lainnya).

(Dinno Baskoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement