MADINAH - Jamaah haji gelombang pertama mulai bersiap-siap meninggalkan Kota Madinah menuju Kota Makkah. Berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh jamaah haji.
Madinah memang terkenal sebagai tempat untuk membeli oleh-oleh bagi jamaah haji. Untuk meringankan barang bawaannya, jamaah biasanya mengirimkan terlebih dahulu barang bawaannya melalui perusahaan kargo.
Seperti yang dilakukan oleh Sumartono (66), warga Cibinong, Kabupaten Bogor ini berangkat bersama adik-adiknya sebanyak delapan orang.
Dia pun telah membeli oleh-oleh untuk anak, cucu dan tetangga. Total barang belanjannya mencapai 30 kilogram. Dia mengaku mengumpulkan oleh-oleh tersebut secara dicicil, dengan belanja sepulang dari Masjid Nabawi.
"Ada kurma, tasbih dan sajadah," kata dia, Sabtu (13/7/2019).
Dirinya mengaku mengetahui adanya ada kargo pengiriman dari hasil bertanya di hotel. "Oleh-oleh dikirim dulu agar tidak gotong-gotong ke Mekkah. Dulu waktu naik haji 1995, oleh-oleh digotong-gotong. Ribet," tutur dia.
Lalu ada Tuti Sutiyah (55), yang merupakan warga Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Jamaah kloter JKS 1 ini mengaku biaya pengiriman lewat kargo memang lebih mahal. Hasil belanja berupa kurma, cokelat, baju dan teko yang dia beli mencapai 16 kg.

"Tapi dari pada repot lebih baik dikirim," jelas dia.
Pengiriman barang dengan kargo juga dilakukan Ato Durahman, warga Jonggol, Kabupaten Bogor dan tergabung dalam kloter JKS 1.
Dia bercerita, dirinya membeli sajadah, kurma, baju anak-anak, dan cendera mata. Dia meluangkan waktu dua hari untuk berbelanja karena Senin 15 Juli 2019 akan pindah ke Mekkah.
"Jadi nanti di Mekkah fokus ibadah," tutur Ato.