nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejarah dan Peran Madrasah di Era Kekaisaran Ottoman Turki

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 18:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 19 614 2081070 sejarah-dan-peran-madrasah-di-era-kekaisaran-ottoman-turki-3RkmkmH8jt.jpg Pelajar belajar di madrasah (Foto: Egypt Today)

Madrasah era Kekaisaran Ottoman Turki pada umumnya merupakan kelanjutan dari madrasah Islam tradisional. Namun Madrasah Ottoman menciptakan kurikulum dan tradisi pendidikan mereka sendiri.

 Madrasah

Sering dianggap tertinggal, tidak relevan, dan terpisah dari kenyataan, pendidikan ala madrasah dianggap sebagai sisa-sisa dari Kekaisaran Ottoman yang telah runtuh. Namun sesungguhnya madrasah merupakan salah satu metode pendidikan yang bagus.

Di masyarakat Ottoman, madrasah memiliki peran utama sebagai bagian dari fondasi sosial Ottoman dan kekuatan politik yang mengaturnya. Keduanya penting untuk kekuatan bangsa dan negara masyarakat. Sayangnya fakta ini mulai dilupakan orang.

Dilansir dari Muslim Heritage, Jumat (19/7/2019), sebuah studi tentang madrasah Ottoman mengungkap fakta yang mengejutkan tentang kelengkapan dan dinamisme metode pendidikan yang bagus ala madrasah.

Pendekatan Kekaisaran Ottoman terhadap madrasah dapat dilihat dalam dokumen resmi, mereka menunjukkan tujuan pendidikan yaitu mengejar ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, diikuti oleh penjelasan tentang kebajikan, bakat, agama dan syariat, serta pengembangan kemampuan dan keahlian umat manusia.

Madrasah Ottoman juga menyediakan pendidikan, budaya, dan pandangan dunia yang sama di antara mosaik umat Muslim dari beragam etnis. Mereka juga berfungsi untuk memastikan kesetaraan kesempatan dalam pendidikan bagi setiap orang, serta menyediakan mobilitas di antara berbagai kalangan masyarakat.

Madrasah adalah bagian dari kehidupan sosial, bertumpu pada landasan intelektual yang sama, dan berbagi pandangan dunia yang sama yang didasarkan pada pendirian keagamaan.

Meskipun pendidikan ala madrasah Ottoman dimulai tepat setelah abad keempat belas di bagian barat Anatolia, mereka terus berkembang ketika kekaisaran berkembang. Selama penaklukan Kekaisaran Ottoman, masjid dan madrasah merupakan bangunan pertama yang dibangun. Ini Menunjukkan madrasah memiliki peran penting bagi kekaisaran.

Secara struktural, madrasah Ottoman adalah bagian dari sistem wakaf. Mereka mandiri secara finansial dan kegiatannya di bawah pengawasan negara.

Madrasah tak hanya didirikan oleh para sultan dan anggota keluarga kerajaannya. Namun juga didirikan oleh wazir, negarawan, dan cendekiawan.

Mereka diorganisasi dalam tatanan hierarkis dengan Madrasah Suleymaniye Dar al-Hadis menduduki pangkat tertinggi di antara semua madrasah lainnya.

Kurikulum Madrasah Ottoman berbeda dengan kurikulum madrasah negara Muslim sebelumnya. Dibandingkan dengan satu atau dua mata pelajaran yang dipelajari di madrasah kontemporer, seorang siswa selama periode Ottoman akan diajarkan teks-teks yang mencakup sintaksis morfologi (sarf) (nahiv) dan logika (mantik). Pelajaran tersebut diikuti oleh studi hadits dan tafsir Alquran.

Studi dalam pemilihan (ocâb-i bahs), dakwah (vaaz), retorika (belâgat), teologi filosofis (kelâm), filsafat (hikmet), yurisprudensi (fikih), warisan (ferâiz), ajaran agama (akaid), teori hukum dan metodologi (usûl-i fikih) juga diajarkan.

Selama abad kesembilan belas (sebelum 1869) masih ada 166 Madrasah aktif di Istanbul dengan 5.369 siswa. Pada tahun 1924 Republik Turki Baru, setelah revolusi pendidikan, mengakhiri sistem pendidikan madrasah Ottoman. Begitulah perjalanan panjang madrasah Ottoman yang harus berakhir di era Mustafa Kemal Pasha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini