Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melalui SISKOPATUH, Menag Harap Tak Ada Lagi Jamaah Umrah Dirugikan

Widi Agustian , Jurnalis-Jum'at, 26 Juli 2019 |22:22 WIB
Melalui SISKOPATUH, Menag Harap Tak Ada Lagi Jamaah Umrah Dirugikan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Rikie/Kemenag.go.id)
A
A
A

Pelatihan aplikasi umrah dan sosialisasi tersebut diikuti sebanyak 1.016 PPIU yang dibagi empat angkatan. Angkatan pertama sebanyak 253 PPIU, angkatan kedua 253, angkatan ketiga 254, dan angkatan keempat sebanyak 256 PPIU.

Menag menjelaskan, pihaknya mengintegrasikan aplikasi ini dengan data kependudukan dan catatan sipil untuk menangkal jalur umrah dijadikan pintu masuk bagi mereka yang teridentifikasi memiliki paham radikal.

Baca juga: Seluruh Jamaah Haji Asal Lombok, Palembang & Padang Telah Tiba di Tanah Suci 

"Dalam upaya pembenahan kualitas umrah dari waktu ke waktu, juga diperkuat SDM demi meningkatkan pembinaan dan pengawasan PPIU yang ada di setiap kanwil Kemenag serta menempatkan staf teknis di Jeddah," ujar Menag.

Ia pun mengajak PPIU untuk menjaga amanah dan kemuliaan serta kehormatan yang dimiliki dalam melayani masyarakat menunaikan ibadah umrah.

"Tidak semua pihak bisa menjadi PPIU yang mendapatkan izin resmi dari negara melalui pemerintah. Saudara menjadi PPIU karena takdir Allah dan mari syukuri amanah ini dengan sebaik baiknya," ucap Menag.

Di hadapan ratusan peserta, Menag kembali menegaskan jika startup seperti Traveloka dan Tokopedia tidak akan berfungsi atau menjadi penyelenggara umrah melainkan hanya sebagai marketplace.

Baca juga: 4 Kloter Jamaah Haji Gelombang 2 Mendarat di Madinah, PPIH Siapkan Petugas Khusus 

Penegasan ini disampikan Menag untuk menjawab informasi yang beredar bahwa keberadaan startup dalam industri umrah bakal mematikan PPIU.

"Mereka hanya menyediakan diri sebagai marketplace atau pasar virtual. Jadi transaksi masyarakat dengan PPIU dilakukan di dunia maya. Mereka hanya tempat transaksi antara yang ingin umrah dengan penyelenggara umrah. Mereka sama sekali tidak berniat menjadi penyelnggara umrah dan mereka juga bukan penyelenggara umrah," tutup Menag.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement