Sebelum prosesi ibadah haji dimulai, lanjut Dewi, pihaknya telah mengumpulkan chef alias juru masak dari semua perusahaan katering tersebut untuk diberi pelatihan.
Pelatihan pun di-support oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Resep berbagai menu masakan juga dibagikan saat itu. "Juga dicoba (dimasak) oleh para juru masak tersebut," kata Dewi.
Baca juga: Selama 20 Hari, Itjen Kemenag Pantau Penyelenggaraan Ibadah Haji
Sementara Tim Pemantau Katering dari Inspektorat Jenderal Kemenag Ifrokhatul Khusnah menyebut seringkali jamaah haji mengeluh jika rasa masakan tidak masuk di lidah mereka.

"Karena kita orang Indonesia juga, kita rasakan rasanya," kata dia ketika berada di dapur salah satu perusahaan katering yang memasak makanan untuk jamaah haji Indonesia.
Baca juga: Dirjen Haji Larang Jamaah Haji Kenakan Atribut KBIH
Ifrokhatul Khusnah pun menyebut rasa masakan dicoba layak untuk dikonsumsi jamaah haji Tanah Air.
"Kalau secara umum, insya Allah masuk. Kalau masalah rasa adalah selera. Kita maklumi itu tidak bisa mengakomodasi semua (jamaah). Tapi secara standar itu sudah lumayan," kata Ifrokhatul Khusnah.
(Hantoro)