Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Jibril Sampaikan Perintah Allah agar Rasulullah Kembalikan Kunci Kakbah ke Pemiliknya

Intan Afika , Jurnalis-Sabtu, 03 Agustus 2019 |04:49 WIB
Kisah Jibril Sampaikan Perintah Allah agar Rasulullah Kembalikan Kunci Kakbah ke Pemiliknya
Kunci Kakbah sangat penting (Foto: Islamic Sunrays)
A
A
A

Umat Islam di seluruh dunia pasti mengenal Kakbah, rumah Allah yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh jagat raya ini.

 Kakbah

Kakbah atau Bayt Atiq ini dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Sama seperti rumah pada umumnya, Kakbah juga memiliki pintu serta kunci dan gemboknya.

Setiap saat Kakbah akan ditutup dan dikunci. Hal ini dilakukan karena tidak sembarang orang bisa memasuki rumah Allah ini. Hanya orang-orang tertentu saja lah yang diperbolehkan masuk ke dalam Kakbah.

Dari situ muncul pertanyaan, siapakah yang ditugaskan untuk membawa dan menyimpan kunci pintu Kabah? Dan tahukah kamu, ternyata ada sejarah besar yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW mengenai kunci rumah Allah ini.

Seperti yang dilansir dari About Islam, Jumat (2/8/2019), dikisahkan pada saat peristiwa Penaklukkan Makkah (Fathu Makkah), Nabi dan para sahabat pun memasuki Makkah. Ketika mereka memasuki Makkah, Nabi pergi ke Kakbah dan menemukan bahwa pintu Kakbah terkunci.

Pada saat itu kunci Kakbah disimpan oleh seorang pria yang dikenal sebagai Utsman bin Talhah. Utsman bukanlah seorang Muslim saat itu. Jadi usai dia mengunci pintu Kakbah, dia akan berlari ke atap dan bersembunyi di sana.

Suatu hari Rasulullah dan para sahabatnya datang ke Kakbah dan ingin masuk ke dalamnya sehingga mereka pun meminta kunci Kakbah. Orang-orang mengatakan bahwa kunci itu disimpan oleh Utsman bin Talhah. Akhirnya mereka pun menemui Utsman di atas atap Kakbah.

Ali mengatakan, "Oh Utsman, beri kami kuncinya. Inilah Muhammad SAW yang meminta kunci.”

Dia berkata, "Wahai Muhammad, jika aku percaya bahwa kamu adalah seorang Nabi, aku akan membuka pintu sejak lama."

Utsman tidak percaya bahwa Muhammad adalah seorang Nabi sehingga dia tidak mau membuka pintu Kakbah. Ali mengambil paksa kunci itu dari Utsman bin Talhah dan membukakan pintu Kakbah. Nabi pun memasuki Kakbah dan berdoa dua rakaat di dalamnya.

Abbas bin Abdul-Muththalib, paman Nabi Muhammad SAW ada di sana dan mengatakan pada Nabi, "Anda tahu bahwa keluarga kami bertugas menuangkan air untuk para peziarah yang datang untuk haji, jadi jika Anda menyerahkan kunci kepada kami, kami akan memiliki dua poin kehormatan, satu adalah untuk menuangkan air dan yang lainnya adalah untuk membuka dan kunci pintu Kakbah jika diperlukan. "

Malaikat Jibril turun dengan sebuah ayat di dalam Kabah dan menyampaikan, "Allah memerintahkan Anda untuk mengembalikan kepercayaan kepada orang-orang yang menjadi milik mereka." (Alquran 4:58)

Yang berarti: "Wahai utusan Tuhan, kembalikan kunci kepada Utsman bin Talhah."

Dengan segera Nabi bangkit dan memberikan kunci kepada Ali dan mengatakan, "Pergilah ke Utsman bin Talhah, kembalikan kunci itu dan minta maaf dengan cara kamu mengambil kunci itu."

Maka Ali kembali ke Utsman bin Talhah dan mengatakan, "Wahai Utsman, ini kuncinya, dan kami memiliki alasan dan mengaku bersalah dalam cara kami mengambil kunci dari Anda."

Utsman bin Talhah terkejut dan mengatakan, "Oh Ali! Anda beberapa menit yang lalu menyakiti, sekarang mengapa Anda rela meminta maaf?"

Dia berkata,"Demi Allah, wahai Utsman, Allah telah mengungkapkan tentang sebuah ayat Alquran kepadamu. Allah telah memerintahkan Muhammad untuk mengembalikan kepercayaan ini kepada pemiliknya. Karena itu kunci ini telah diberikan kembali kepada Anda di sini."

Segera Utsman bin Talhah berkata, "Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah."

Malaikat Jibril pun turun dengan lebih banyak wahyu. Kali ini bukan dalam bentuk Alquran tetapi dalam bentuk instruksi kepada Muhammad SAW.

"Wahai Muhammad, bangun dan beri tahu Utsman bin Talhah bahwa kunci Kakbah akan tetap bersama keturunan dan keluarganya sampai hari kebangkitan."

Sejak peristiwa itu, Utsman pun memeluk Islam. Beberapa saat menjelang wafat, dia mewariskan kunci Kabah itu kepada saudaranya, Syaibah. Begitulah seterusnya hingga saat ini, pemegang kunci Kabah diwariskan secara turun-temurun kepada keturunan Syaibah. (DRM)

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement