Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Putri Gus Dur, Alissa Wahid Mengenang Mbah Moen yang Bersahaja

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2019 |18:12 WIB
Putri Gus Dur, Alissa Wahid Mengenang Mbah Moen yang Bersahaja
Mbah Moen semasa hidup (Foto: Inst)
A
A
A

Kepergian Kiai Haji Maimun Zubair atau Mbah Moen meninggalkan duka yang teramat dalam bagi Alissa Wahid. Putri pertama dari mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid itu mengaku memiliki banyak kenangan indah bersama Mbah Moen.

Mbah Moen selalu terkenang di hatintya. Hal tersebut ia ungkapkan melalui sebuah utasan yang diunggah ke dalam akun Twitter pribadinya.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun. Sugeng tindak, Mbah Moen. Walaupun airmata saya tak juga berhenti, saya yakin Mbah berbahagia karena berpulang di tempat yang Mbah cintai," katanya di Twitter.

"Semoga Allah SWT menempatkan Mbah di tempat yang terbaik.. lahu alfatihah...," tulis Alissa sesaat setelah mendengar kabar duka dari Makkah.

Alissa juga mengaku mendapat banyak sekali hadiah dari Mbah Moen berupa surban, kerudung, uang di amplop kecil, hingga hadiah imateriil yang tak terhitung jumlahnya.

"Dalam derai airmata, saya mensyukuri semua hadiah Mbah Moen. Terima kasih atas kasih sayang, Mbah kepada saya...," tambahnya.

Tidak hanya itu, selama ini Mbah Moen juga dinilai sangat menghormati mendiang ayahnya. Bahkan, sejak kepergian Gus Dur pada 2009 lalu, pendiri Pondok Pesantren Al-Anwar di Rembang, Jawa Tengah, itu tidak pernah melewatkan acara peringatan wafat (Haul Gusdur) di makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Menurut pengkakuan sang istri, hanya beberapa kali saja Mbah Moen absen saat kondisi tubuhnya sedang tidak sehat.

"Kata bu Nyai Maimoen, "lha alhamdulillah kok yo sehat terus pas wayahe Haul. Hanya beberapa kali saja pas gerah (sakit)," ungkap Alissa.

Pada haul Gusdur yang terakhir, Desember 2018, Mbah Moen diketahui hadir untuk mengikuti rawuh dan tausyiah. Kebetulan, pada saat itu Alissa didapuk menjadi ketua panitia.

Namun, tidak ada yang menyangka bahwa haul terakhir Gus Dur juga menjadi yang terakhir bagi Mbah Moen. "Semoga Mbah dan Bapak dapat berkumpul nggih, Mbah. Pasti seru bercerita sejarah," kata Alissa.

Alissa juga sempat membeberkan sifat Mbah Moen yang sangat bersahaja dan jauh dari kemewahan duniawi. Padahal hal tersebut bisa dengan mudah ia dapatkan. Namun, Mbah Moen selalu tampil apa adanya dan tidak pernah meminta apa pun.

Masih membekas di ingatan Alissa, saat orang yang sangat ia hormati itu wukuf di Arafah. Mbah Moen rupanya tidak berkenan beristirahat di ruangan ber-AC.

Sifat sederhana dan bersahaja itu juga ditunjukkan Mbah Moen saat pembukaan Muktamar NU 2015. Kala itu, Alissa berkesempatan mengundang Mbah Moen untuk memberikan tausiyah di Musyawarah Kaum Muda NU.

 Mbah Moen ceramah

"Acaranya ya besok paginya. Tapi Beliau berkenan. Beliau tausiyah panjaaaang tentang Indonesia dan Islam. Dan hadirin terpaku, tak bergerak tak beranjak sama sekali," kenang Alissa.

Sebelum menutup cerita, Alissa membagikan sebuah foto saat dirinya berfoto di kediaman Mbah Moen yang sangat sederhana.

"Tangan Mbah Moen memegang pundak mas @Mukhibullah. Beberapa th sebelumnya, di rumah Gus Mus, mas Mukhib ndak berani minta foto dg Mbah Moen, saking ta'dhimnya," pungkas Alissa.

 Alissa di rumah Mbah Moen

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement