Share

Menabung 26 Tahun, Pemulung asal Bogor Naik Haji

Muhammad Nazri, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 08 614 2089419 menabung-26-tahun-nenek-pemulung-asal-bogor-naik-haji-utQMw537Rr.jpg Maryani bekerja keras jadi pemulung agar bisa naik haji (Foto: Youtube)

Ibadah haji merupakan kewajiban setiap Muslim yang mampu secara finansial dan fisik. Bagi mereka yang mampu pergi haji, setidaknya melakukan ibadah haji sekali seumur hidupnya.

 Maryani naik haji

Maryani (64), seorang nenek yang berprofesi sebagai pemulung merupakan warga Pulo Geulis, Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor, menabung selama 26 tahun. Ia rela menjalani semua itu demi bisa naik haji tahun ini.

Ia mengatakan, keinginan untuk pergi hajinya semakin kuat setelah suaminya meninggal pada 1980-an. Ia menabung sejak 1993. “Saya ingin sekali pergi haji,” katanya.

Di balik pekerjaannya sebagai pemulung, ia mengaku tidak memiliki cara lain lagi untuk menghasilkan uang setelah suaminya meninggal sehingga memutuskan untuk menjadi pemulung. Ia juga memiliki tanggungan untuk membesarkan empat anaknya pada saat itu.

“Jadi saya memulai mengumpulkan sampah,” kata Maryani. Ia mulai mengumpulkan sampah pada waktu fajar, setelah panggilan salat Subuh.

Ia mengumpulkan sampah seperti gelas plastik bekas, botol, dan kardus yang bisa dijual.

“Setelah hujan lebat, saya juga mengumpulkan pasir untuk dijual.”

Pada 2012, setelah kerja kerasnya selama hampir 20 tahun, tabungan Maryani mencapai 25 juta rupiah yang ia gunakan untuk pembayaran pertama yang diperlukan untuk mendaftar haji di Indonesia pada saat itu.

Ia juga masih harus bekerja keras lagi mengumpulkan sampah dan pasir untuk melunasi sisa biaya untuk beribadah haji.

Selama bertahun-tahun, ia menyimpan rahasia tabungan haji dari keluarga dan kerabatnya. Bahkan anak-anaknya tidak tahu bahwa selama ini ibunya mengumpulkan sampah dan pasir untuk membayar perjalanan haji.

Maryani mengaku bahwa 26 tahun adalah waktu yang sangat lama, tetapi ia tidak pernah khawatir kapan dia bisa pergi ke tanah suci.

“Yang paling penting adalah saya menabung. Saya tidak pernah menyerah, selalu penuh semangat dan tidak pernah merasa lelah,” tambahnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Melansir dari About Islam (6/8/2019), Maryani tidak menjual barang-barang yang ia kumpulkan segera tetapi setelah menumpuknya selama setahun.

“Setelah terjual, saya akan mendapatkan sekitar 1,2 juta rupiah dalam setahun. Satu juta akan ia tabung dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.”

Untuk pengeluaran sehari-hari, Maryani dibantu oleh anak-anaknya, yang sebagian besar sudah menikah dan hidup terpisah dengannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini