Ada sembilan rute bus salawat yang beroperasi selama 24 jam yang akan mengantar jamaah dari pondokan ke Masjidil Haram, dan sebaliknya.
Bus yang berkapasitas sekitar 70 penumpang ini juga dilengkapi air conditioner (AC), tombol darurat pembuka pintu, GPS, serta alat pemecah kaca. Dalam bus ini juga tersedia soket USB di dinding-dinding bus dekat tempat duduk penumpang yang bisa dimanfaatkan jamaah untuk mengisi daya ponsel maupun gadget-nya.
Pada tahun ini layanan bus shalawat dapat dinikmati oleh seluruh jamaah haji Indonesia tanpa terkecuali. Baca Juga: Enam Jamaah Haji Asal Embarkasi Padang Meninggal di Tanah Suci
(Arief Setyadi )