nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibadah Haji Kelar, Jalanan Kota Makkah Penuh Sampah Plastik

Ilham Satria, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 19:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 615 2091848 ibadah-haji-kelar-jalanan-kota-makkah-penuh-sampah-plastik-lAR6HfQla4.jpg Kota Makkah penuh dengan sisa sampah jemaah haji (Foto: Arab News)

Otoritas Penyelenggara Haji tahun ini menghadapi tugas berat terutama dalam membersihkan sampah sisa dari jemaah haji. Sebanyak hampir 2,5 juta jemaah haji berkumpul di Tanah Suci.

 Sampah berserakan di jalanan Makkah

Terdapat banyak sampah yang berserakan di jalanan Kota Makkah. Jenis sampah tersebut dipenuhi dengan botol plastik kosong dan sampah plastik yang merupakan sisa jemaah haji.

Pihak Otoritas Haji Arab Saudi menduga bahwa hal ini terjadi karena banyaknya jemaah haji yang datang dan memenuhi tempat ibadah di Kota Makkah.

Semua tempat suci di Kota Makkah memiliki jarak yang cukup berdekatan, seluruh area mencakup luas delapan kilometer persegi. Menjaga kebersihan di antara jutaan jamaah yang datang menjadi sebuah tantangan yang besar.

Arab Saudi harus menggelontorkan uang lebih dari dua juta Riyal untuk menjaga dan membersihkan lingkungan Makkah.

"Kota Makkah tidak begitu besar, tetapi pekerjaan yang dilakukan di sini sangat besar," ungkap Presiden Haji dan Umrah, Abdullah Al-Sibai.

Dilansir dari Arab News, Manajer Umum Kebersihan di Kota Makkah, Mahmoud Al-Saati mengatakan, ada tiga fase pembersihan yang dilakukan pada seluruh tempat suci. Semua area dibersihkan sebelum kedatangan Jamaah Haji, selama Haji berlangsung dan setelah Jamaah Haji pergi.

"Sebelum para jemaah tiba, kami memastikan bahwa semua area sudah dibersihkan. Selama mereka tinggal kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kebersihan lingkungan. Begitu mereka pergi kami melakukan pembersihan akhir dan mengangkut sampah keluar kota," ungkap Al-Saati.

Kota Makkah memiliki sekitar 138 gudang dan lebih dari 1.300 kotak kompresor limbah di seluruh kota. Tempat penyimpanan sampah dapat menampung hingga 70 liter kubik limbah dan didistribusikan melalui dapur di tenda Mina, serta jalan dan persimpangan.

Al-Saati juga mengatakan, pihaknya melakukan daur ulang sampah. Ide ini sudah dilakukan sejak tahun 2010 agar menciptakan lingkungan bebas sampah dan berkontribusi pada mekanisme pengelolaan limbah.

Tahun ini terdapat empat wadah pembuangan sampah yang berbeda. Wadah hitam untuk mengumpulkan sampah organik, hijau untuk kaleng logam, kuning untuk kertas dan kardus, sedangkan biru untuk plastik.

Wadah yang diisi dibuang ke wadah yang lebih besar, kemudian diangkut ke mesin dan didaur ulang.

"Dalam jangka panjang, ini bertujuan untuk berkontribusi dalam memecahkan permasalahan limbah serta mengambil manfaat dari sampah dan mendaur ulang," ungkap Al-Saati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini