Dia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Makkah atas peningkatan kualitas layanan kepada jamaah haji Indonesia.
Gubernur Makkah merespons positif usulan Menag. Menurut dia, layanan sudah mulai dikembangkan dari sebelumnya hanya Indonesia dan Malaysia, tahun ini diberlakukan juga Pakistan, Bangladesh, dan India. Terkait pemberlakuan di seluruh embarkasi di Indonesia, masih dikaji karena menyangkut ketersediaan SDM.
Baca juga: Lepas Kepulangan Jamaah Haji, Menag: Kalau Tak Puas Kami Mohon Maaf
Berkenaan renovasi Mina, Gubernur Makkah mengatakan bahwa saat ini sudah dibentuk Lembaga atau Dewan Khusus proyek Mina dan Arafah. Dewan tersebut diketuai langsung Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.
Sehari sebelumnya, Menag bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad bin Shalih Bantani. Dalam pertemuan tersebut, Menag menekankan semakin mendesaknya kebutuhan memperbanyak daya tampung kapasitas tenda-tenda dan toilet di Mina. Menag berharap tenda dan toilet di Mina dapat dibangun bertingkat.
Baca juga: Menteri Media Saudi: Musim Haji 2019 Resmi Berakhir
Menteri Haji dan Umrah berjanji akan memerhatikan usulan Indonesia. Dia mengatakan, Pemerintah Arab Saudi benar-benar menaruh perhatian serius kepada Indonesia karena jumlah jemaahnya terbesar di dunia.
(Hantoro)