nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masjid Megah Ini Bernama Maria Bunda Yesus

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 05:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 615 2095502 masjid-megah-ini-bernama-maria-bunda-yesus-rH95y0p5CN.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Beredarnya berita Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan diberi hadiah masjid oleh Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Sheik Mohamed bin Zayed Al Nahya cukup menggegerkan warganet.

Ditambah nantinya masjid tersebut akan dibangun di kampung halaman Jokowi, Solo. Hadiah tersebut diberikan sebagai rasa persaudaraan antara UEA dan Indonesia.

Tapi di UEA sendiri, apakah masjid jadi cerminan rasa persaudaraan juga?

 Bangunan masjid

Abu Dhabi merupakan ibu kota sekaligus wilayah terbesar kedua di Uni Emirat Arab (UEA). Di kota ini pun terdapat bangunan atau arsitektur masjid yang begitu indah.

Seperti dilansir dari laman Gulf News, salah satunya adalah Mariam, Umm Eisa (Maria Bunda Yesus) yang semula bernama Masjid Shaikh Mohammad Bin Zayed di Al Mushrif.

Terletak di Al Mushrif, yakni sebuah lingkungan pusat kota di Abu Dhabi, Maria Bunda Yesus dibangun pada tahun 1989 sebagai Masjid Mohammed Bin Zayed hingga akhirnya diubah.

 Bangunan masjid

Arsitektur masjid ini sangatlah megah dan mewah bak istana. Memiliki banyak kubah, pilar-pilar masjid yang berdiri kokoh, serta dihiasi perpaduan warna putih dan emas. Jika berkunjung ke Abu Dhabi, Anda bisa menyambangi masjid ini sebagai salah satu destinasi wisata religi.

Mayoritas penduduk di Abu Dhabi adalah Muslim. Meski demikian,mereka memiliki rasa toleransi yang cukup tinggi kepada non Muslim. Hal ini dibuktikan dengan pengubahan nama masjid tersebut diperintahkan langsung oleh Putra Mahkota, yakni menjadi Mariam, Umm Eisa.

Menteri Negara untuk Toleransi, Shaikha Lubna Al Qasimi mengatakan, jika kebijakan Putra Mahkota memberikan contoh yang baik, tentang toleransi yang ada di UEA.

Menurut kepercayaan umat Nasrani, Maria (Siti Maryam-Muslim) adalah nama ibu dari Yesus yang begitu kudus. Serta melambangkan kepatuhan terhadap Tuhan. Dengan berdirinya masjid tersebut, kata Shaikha, akan semakin mempererat rasa persaudaraan antar umat beragama di UEA.

 Bangunan masjid

"Maria, sebagai ibu Yesus, tentu saja adalah sosok yang kudus dan istimewa di komunitas kita (Nasrani). Dia adalah wanita yang melambangkan kepatuhan pada Tuhan. Kami berharap dapat tumbuh dalam pemahaman yang lebih dalam dengan tetangga kami, dan kami merayakan dengan mereka," katanya.

Selain itu, adanya masjid tersebut dapat menciptakan perubahan untuk mencegah peperangan kefanatikan, ekstremisme hingga rasisme dengan cara menyebarkan rasa nilai toleransi perdamaian antar umat beragama di UEA.

Maka dengan adanya masjid ini melambangkan jika masyarakat di sana memiliki rasa persaudaraan yang begitu tinggi. Serta menjadi contoh untuk negara lain, di mana di dalamnya terdapat perbedaan agama.

Menariknya lagi, sebuah gereja di Al Ain membuka pintunya bagi Muslim yang ingin menjalakan salat, khususnya bagi mereka para pekerja yang ada di sekitar gereja dengan meletakkan karpet sebagai alas, sehingga lebih dari 200 orang bisa tertampung masuk ke dalamnya (gereja).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini