Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Haji Khusus Sekamar Berdua dengan Istri, Berapa Biayanya?

Widi Agustian , Jurnalis-Sabtu, 24 Agustus 2019 |05:31 WIB
Jamaah Haji Khusus Sekamar Berdua dengan Istri, Berapa Biayanya?
Direktur Jenderal (Dirjen) Haji dan Umrah Kemenag RI, Nizar (foto: Okezone.com/Widi Agustian)
A
A
A

MADINAH - Haji khusus merupakan haji yang penyelenggaraannya dilakukan secara khusus. Haji khusus digelar oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Di mana jamaah haji khusus akan mendapatkan layanan khusus, akomodasi yang khusus, konsumsi khusus hingga layanan di Arafah dan Mina.

Baca Juga: Pemerintah Matangkan Layanan Terpadu Haji dan Umrah di Jeddah 

Dengan pelayanan bersifat khusus, maka ongkos haji khusus juga tentu saja bersifat khusus. Minimal biaya haji khusus, atau dikenal dengan haji plus adalah minimal USD8.000 atau Rp114 juta (kurs Rp14.300 per USD).

"Lalu kalau jamaah ingin upgrade, ingin layanan tambahan, kena biaya lagi," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar, Jumat (23/8/2019).

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama (Kemenag) Nizar (Foto: Okezone.com/Widi Agustian)	 

Upgrade layanan ini biasanya terkait dengan keinginan jamaah untuk kamar di hotel, misalnya ada jamaah yang ingin sekamar berdua saja dengan istrinya.

Besarnya fasilitas tambahan tersebut akan membuat biaya yang dikenakan juga bertambah. Besaran akhirnya, kata Nizar, bisa mencapai USD13.500-USD14.500 (Rp193 juta-Rp207 juta).

Bahkan, dalam praktiknya, biaya haji tersebut terkadang lebih besar lagi. Seperti yang dialami oleh salah seorang jamaah haji khusus asal Sidoarjo, Trimunas (60) dan pasangannya, Deny (49).

"Biaya yang saya keluarkan sekitar Rp250 juta satu orang," kata Deny.

Alhasil, dengan demikian, pasangan ini merogoh uang sebesar Rp500 juta. Mereka mengatakan paket haji yang diambilnya adalah selama 27 hari.

Hanya saja, memang mereka mendapatkan fasilitas satu kamar hanya dihuni oleh mereka berdua, seperti yang dijalaninya di Hotel Shaza, Madinah.

Hotel ini pun tinggal selemparan batu untuk sampai ke Masjidil Nabawi, jaraknya tidak sampai 100 meter.

Mereka mengaku pelayanan yang dihadirkan oleh PIHK sesuai dengan apa yang telah menjadi kesepakatan dalam kontrak yang ditandatanganinya antara dirinya dengan PIHK.

"Selama ini yang disiapkan cukup bagus. Rasanya tidak ada keluhan," singkat dia.

Baca Juga: Puncak Haji 2019 Lancar, Jamaah Mengeluhkan Minimnya Toilet 

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama (Kemenag) Nizar (Foto: Okezone.com/Widi Agustian)

Jamaah haji khusus lainnya, Jamilah (61), menyebutkan, paket haji yang disiapkan oleh PIHK atau perusahaan travel hajinya membanderol biaya USD11.000 (Rp157 juta). Paket ini adalah selama 25 hari.

Tetapi, dia mengaku membayar setengah harga. Pasalnya, dirinya dilibatkan oleh PIHK untuk membantu menangangi jamaah.

"Saya ada potongan karena ikut membantu," tutur dia.

(Fiddy Anggriawan )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement