"Kami ingin belajar bagaimana menyusun jadwal, mengatur pengelompokan jemaah, membina jemaah, serta menyediakan layanan sejak tanah air hingga Arab Saudi," sambung Umar Faruk.
Menanggapi hal ini, Kadaker Makkah Subhan Cholid menyampaikan Indonesia amat terbuka untuk melakukan tukar informasi dan pengalaman terkait penyelenggaraan haji dengan negara mana pun, termasuk Somalia. "Kami menyambut baik kedatangan teman-teman Misi Haji Somalia, dan terbuka untuk berbagi pengalaman," ujar Subhan.
Salah satu kunci yang menjadi kekuatan Indonesia dalam penyelenggaraan haji menurut Subhan adalah ketatnya penjadwalan yang dibuat oleh Misi Haji Indonesia. "Kami membuat jadwal dengan detil dan rigid. Dengan jadwal ini, kami kemudian dapat mengatur skenario layanan sepanjang musim haji berlangsung," ungkap Subhan.
(Khafid Mardiyansyah)