Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsolidasi Pesantren Diperkuat Lewat Liga Santri 2019

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Kamis, 12 September 2019 |11:47 WIB
Konsolidasi Pesantren Diperkuat Lewat Liga Santri 2019
Foto: Istimewa
A
A
A

PESANTREN mengalami perkembangan yang sangat pesat beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan Kementerian Agama (Kemenag), pada 2015 saja jumlah lembaga pendidikan Islam ini sudah mencapai 28.961. Melihat itu Nahdatul Ulama (NU) dan Kementerian Olahraga (Kemenpor) berinisiatif memperkuat silaturahmi antar pesantren dengan menyelenggarakan pentas Liga Santri Nusantara.

Liga Santri Nusantara (LSN) merupakan perhelatan sepakbola akbar yang digelar setiap tahun sejak 2015. Namun baru pada 2016 Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) ikut bekerjasama dengan Kemenpora menggelar kompetisi ini. Lalu pada 2019 ini liga serupa kembali digelar.

Pelaksanaan LSN 2019 baru akan dimulai pada September dengan tagline “Dari Pesantren untuk Sepakbola Indonesia”. Rencananya putaran final dilaksanakan pada 5-10 November 2019 di Stadion Mini Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Pelaksanaan LSN 2019 ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk penguatan jaringan konsolidasi pesantren,” demikian rilis RMI Nahdatul Ulama.

Pemain peserta LSN 2019 adalah santri pondok pesantren yang berumur di bawah 18 tahun dan pernah mondok (mukim di pesantren) minimal 3 (tiga) bulan sebelum mengikuti kompetisi LSN dan dibuktikan dengan Kartu Santri atau mendapat pengesahan sebagai santri dari kepengurusan PC RMI NU setempat.

Untuk diketahui, LSN 2019 terdiri atas 27 regional yang mencakup 34 provinsi seluruh Indonesia. Semua regional mulai mandiri tanpa stimulan pembiayaan.

RMI NU sebagai Panitia LSN 2019 meyakini bahwa LSN tidak hanya sebagai hiburan dan pesta tahunan santri dalam hal sepakbola, tetapi dapat menjadi industri sepakbola yang menjanjikan dan mampu memberi sumbangsih di sepakbola nasional dan internasional.

Prestasi terbaik LSN menghasilkan M Rafli Mursalim (Top Scorer LSN 2016) yang selalu masuk Timnas Garuda U-19 sebagai striker dan kini menjadi andalan Mitra Kukar FC di Shopee Liga 2. Dua pemain jebolan LSN lainnya adalah Tri Widodo (Pemain Terbaik 2016), dan Richard Rahmad (Pemain Terbaik 2015) pernah dipanggil oleh pelatih Indra Sjafri untuk mengikuti seleksi Timnas Garuda U-19.

RMI NU sebagai Panitia LSN 2019 ini berharap melalui gelaran LSN ini, pesantren khususnya para santri ikut serta dan mengambil peran dalam memerangi berbagai tantangan kebangsaan hari ini, yaitu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme yang mengancam disintegrasi bangsa.

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement