Benarkah Latihan atau Main-Main Akad Nikah Bisa Auto Sah?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 13 614 2129144 benarkah-latihan-atau-main-main-akad-nikah-bisa-auto-sah-ihDKjXDLS6.jpg Ilustrasi. Foto: Readers Rigest

BANYAK orang yang grogi menjelang hari pernikahannya. Terutama bagi para pengantin pria yang harus mengucapkan ijab kabul atau akad nikah di depan penghulu dan calon besan.

Agar tidak grogi saat mengucapkan ijab kabul, sebagian orang biasanya memilih untuk melakukan latihan terlebih dahulu. Tapi tahukah Anda, mengucapkan ijab kabul atau akad nikah meski dengan maksud latihan atau di luar hari pernikahan, ternyata bisa berujung sah?

Kepada Okezone, Ustadz kondang Fauzan Amin menjelaskan hal tersebut secara gamblang. Menurutnya ada beberapa hal dalam ajaran Islam yang tidak boleh sembarangan diucapkan atau dipraktikkan.

Salah satunya adalah main-main akan nikah tidak boleh, sebab itu bisa otomatis sah atau auto sah jika memenuhi rukunnya.

Ilustrasi. Foto: Istimewa 

"Walaupun main-main akad nikah dan talak, itu bisa saja sah dengan catatan sudah memenuhi rukunnya," tutur Fauzan Amin saat dihubungi Okezone via sambungan telefon beberapa waktu lalu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Fauzan kemudian menjelaskan secara rinci lima rukun nikah dalam Islam. Sebagaimana pendapat Imam Zakaria al-Anshari dalam Fathul Wahab bi Syarhi Minhaj al-Thalab (Beirut: Dar al-Fikr), juz II, hal. 41, rukun nikah yaitu sebagai berikut:

فَصْلٌ: فِي أَرْكَانِ النِّكَاحِ وَغَيْرِهَا. " أَرْكَانُهُ " خَمْسَةٌ " زَوْجٌ وَزَوْجَةٌ وَوَلِيٌّ وَشَاهِدَانِ وَصِيغَةٌ

“Pasal tentang rukun-rukun nikah dan lainnya. Rukun-rukun nikah ada lima, yakni mempelai pria, mempelai wanita, wali, dua saksi, dan shighat.

Mempelai Laki-Laki

و شرط في الزوج حل واختيار وتعيين وعلم بحل المرأة له "

“Syarat calon suami ialah halal menikahi calon istri (yakni Islam dan bukan mahram), tidak terpaksa, ditertentukan, dan tahu akan halalnya calon istri baginya.”

Mempelai perempuan

Boleh menikahi perempuan yang bukan mahram dan haram menikahi perempuan yang mempunyai pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan.

Wali

Wali dari sang mempelai perempuan syaratnya harus Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil.

لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِىٍّ

“Pernikahan tidak sah tanpa wali (yang sah)” (HR. Khamsah selain an-Nasai, dishahihkan oleh Ahmad dan Ibnu Main, al-Irwa’ no: 1839)

Dua orang Saksi

Syarat saksi sama dengan syarat wali: Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil.

لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِىٍّ وَشَاهِدَىْ عَدْلٍ

“Pernikahan tidak sah tanpa wali yang sah dan dua orang saksi yang adil”. (HR. al-Baihaqi, dishahihkan oleh Syeikh al-Albani dalam shahihul jami no: 7557)

Sighat

Sighat adalah meliputi ijab dan qabul yang diucapkan antara wali atau perwakilannya dengan mempelai pria. 

"Jadi bila semua rukun tersebut terpenuhi meski dalam keadaan latihan, maka mereka otomatis secara agama," tukas Ustadz Fauzan Amin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya