Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditawari Kerja di Malaysia, Lulusan Al-Azhar Ini Pilih Mengabdi di Tanah Air

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 20 Januari 2020 |17:30 WIB
Ditawari Kerja di Malaysia, Lulusan Al-Azhar Ini Pilih Mengabdi di Tanah Air
Al-Azhar University (Foto: Ilmkiduya)
A
A
A

Tengku Awwaluz Zikri merupakan putra Aceh yang sukses menyelesaikan pendidikan sarjana, pascasarjana, hingga doktoral di Universitas Al-Azhar Mesir dengan status cumloude. Meski lama tinggal di negeri piramid tersebut, ia mengaku sangat ingin mengabdi di tanah airnya.

"Setelah lebih kurang 20 tahun mengecap ilmu di Universitas Al-Azhar tentu keinginan terbesar adalah mentransfer ilmu-ilmu ini kepada para hamba Allah di Aceh yang cinta syariatnya dan cinta Rasul-Nya," kata Awwaluz Zikri, Senin (20/1/2019).

 Al Azhar

Zikri mengaku, ia sejatinya mendapatkan banyak tawaran mengajar di negeri Jiran Malaysia. "Keinginan untuk pulang ke Tanah Air tentu yang terbesar. Negeri sendiri lebih utama," katanya.

Sebelum studi di Al-Azhar, Zikri menyelesaikan studi SMA di Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Ponpes Madrasah Ulumul Quran Langsa, Aceh pada tahun 1998. Lalu ia mendapatkan tawaran beasiswa dari Universitas Al-Azhar dan memperoleh gelar Licence (S1) pada tahun 2002 dengan nilai rata-rata Jayyid Jiddan.

Pada tahun yang sama, Zikri melanjutkan program pascasarjana, S2 di Universitas Al Azhar pada Fakultas Syariah Jurusan Fikih Perbandingan Mazhab dan diselesaikan pada tahun 2010 dengan Thesis yang berjudul 'Dirasah wa Tahqiq Min Makhthuth Minah Al Ghaffar Syarh Tanwir Al Abshar lil 'Allamah Syamsiddin At Tumurtasyi Al Hanafi (w. 1004 H)' setebal 675 halaman dengan predikat Cum-Laude.

Lalu melalui beasiswa dari LPSDM (kini BPSDM - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Aceh di tahun 2014, Zikri melanjutkan studi S3 di Universitas Al-Azhar, Fakultas Syariah di Jurusan yang sama dan berhasil meraih gelar Summa Cum Laude atau predikat tertinggi di Al-Azhar.

Zikri menyelesaikan program doktoral dengan disertasi berjudul "Metode Pemisahan Harta Haram Yang Tercampur Dengan Yang Halal Dalam Transaksi Keuangan Kontemporer." Penelitian tersebut diakuinya terinspirasi dari Penjelasan Bab Syubhat oleh Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam magnum opus-nya, Ihya Ulumuddin.

Dalam pembukaan sidang, Zikri menegaskan, mengetahui dan membersihkan harta yang halal dari yang haram merupakan kewajiban seorang muslim, khususnya di era modern yang dibanjiri berbagai jenis transaksi terlarang.

Sementara itu, Kepala Pemerintah Aceh, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto menyampaikan selamat kepada Zikri. Ia merupakan generasi emas yang ilmunya sangat dibutuhkan masyarakat Aceh.

"Keinginan Awwaluz Zikri mengabdi di Aceh adalah kabar gembira dan harus kita amini bersama. Beliau aset Aceh yang sangat berharga," kata Iswanto.

Pemerintah Aceh terus memberikan dukungan bagi pelajaran Aceh yang berprestasi dan berkeinginan kuat melanjutkan studi ke berbagai jenjang pendidikan. Melalui program Aceh Carong yang dijalankan BPSDM Aceh, pemerintah akan terus menyalurkan beasiswa bagi pelajar-pelajar Aceh.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement