Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Salat Subuh Kesiangan? Begini Tuntunannya

Novie Fauziah , Jurnalis-Selasa, 28 Januari 2020 |15:58 WIB
Salat Subuh Kesiangan? Begini Tuntunannya
Tidur nyenyak sampai k
A
A
A

Ketika dalam keadaan lelah biasanya tidak terasa tidur begitu lelap. Bahkan sampai terlambat bangun pagi untuk Salat Subuh.

Hal ini memang manusiawi dialami setiap orang. Bahkan Rasulullah SAW pun pernah telat Salat Subuh sebab beliau juga manusia.

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustadz Fauzan Amin mengatakan, kejadian itu benar dan diterangkan dalam suatu riwayat hadist. Sebab saat itu dikisahkan Nabi Muhammad kelelahan setelah menempuh perjalan jauh.

Waktu Subuh

“Dalam suatu riwayat Nabi Muhammad juga pernah bangun kesiangan karena capek dalam perjalanan,” katanya saat dihubungi Okezone, Selasa (28/1/2020).

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلاَةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِى

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari salat, maka hendaklah ia salat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), “Kerjakanlah salat ketika ingat.”

Kemudian ketika terbangun, kala itu Rasulullah beserta rombongan perjalanannya segera mengambil wudhu, dan langsung melaksanakan Salat Subuh meskipun saat itu matahari agak sedikit meninggi.

(Di ceritakan dalam riwayat dari Hadits Shahih Imam Bukhari, nomor 595, Syamilah).

Namun jika hal itu (bangun kesiangan) adalah disengaja, dan terlanjur terlewat Salat Subuh maka hukumnya dosa besar. Misalnya orang yang terlambat bangun itu baru tidur sebelum azan Subuh berkumandang.

Allah SWT berfirman dalam surat An Nisa, menjelaskan bahwa salat tepat waktu jadi keharusan:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Fa iżā qaḍaitumuṣ-ṣalāta fażkurullāha qiyāmaw wa qu'ụdaw wa 'alā junụbikum, fa iżaṭma`nantum fa aqīmuṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta kānat 'alal-mu`minīna kitābam mauqụtā

Artinya: "Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement